Ahad 26 Apr 2015 16:48 WIB

Saat Telinga Anak Sakit

Anak sakit telinga/ilustrasi
Foto: avartawellness
Anak sakit telinga/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika anak menangis dan mengeluh telinganya kesakitan, Anda tentu tidak tega dan berharap bisa menghilangkan rasa sakit itu sesegera mungkin. Yang terbayang di benak Anda mungkin infeksi telinga, dan antiobitik.

Sebenarnya wajar saja bagi seorang ibu untuk mengharapkan anaknya–yang sedang terkena infeksi–diberi antibiotik. Tetapi, kini dokter tidak dapat lagi dengan mudah meresepkan antibiotik karena kuman penyebab infeksi telinga (dan infeksi lainnya) menjadi kian resisten terhadap antibiotik.

Setiap orang tua perlu memahami beberapa poin penting berikut, seperti dikutip dari www.parentsindonesia.com.

Rasa nyeri pada telinga tak selalu berarti infeksi

Hidung yang mampet akibat pilek bisa membuat telinga anak seperti buntu dan terasa nyeri tetapi bukan berarti terkena infeksi. Selain itu, nyeri pada telinga juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti misalnya masalah pada gigi.

Penyebab infeksi tak melulu bakteri

Sejumlah infeksi bisa disebabkan oleh virus, seperti pada influenza. Memang, pada umumnya demam tinggi dan peradangan pada gendang telinga adalah pertanda keberadaan bakteri. Namun, para dokter pun kadang kesulitan membedakan penyebabnya. Bahkan tanpa demam pun seorang anak tetap bisa mengalami infeksi telinga.

Tidak semua infeksi telinga dapat disembuhkan dengan antibiotik

Ternyata, infeksi yang disebabkan oleh bakteri pun dapat hilang dengan sendirinya. Sebagian besar anak akan merasa lebih baik dalam 1-2 hari, tanpa minum antibiotik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement