Kamis 28 Mar 2024 22:41 WIB

Jangan Asal Gunakan Antibiotik Saat Alami Flu Singapura

Cara pengobatan dari flu singapura adalah mengobati keluhan yang diderita.

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Nina Dwi Putri mengimbau para orang tua tak sembarang memberikan antibiotik atau antivirus kepada anaknya saat terserang flu singapura.
Foto: Republika
Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Nina Dwi Putri mengimbau para orang tua tak sembarang memberikan antibiotik atau antivirus kepada anaknya saat terserang flu singapura.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Nina Dwi Putri mengimbau para orang tua tak sembarang memberikan antibiotik atau antivirus kepada anaknya saat terserang flu singapura atau Hand Foot and Mouth Disease (HFMD). Secara umum, Nina menjelaskan cara pengobatan dari HFMD adalah mengobati keluhan yang diderita. 

“Virusnya kan ada empat, sayangnya nggak ada antivirus yang spesifik. Jadi tidak perlu diberi antivirus. Antibiotik juga tidak berpengaruh," kata Nina dalam diskusi daring bertajuk 'Mengupas mitos dan fakta terkait Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD)' bersama Puskesmas Kramat Jati, Kamis (28/3/2024).

Baca Juga

Misalnya, penderita mengalami demam maka dokter akan memberikan obat demam. Terkait virusnya, Nina mengatakan, kekebalan tubuh akan dengan sendirinya memerangi virus tersebut.

“Sebenarnya ada vaksinnya, tapi masih dikaji. Ini kita masih menunggu apakah pemerintah akan menjadikan sebagai kebijakan atau tidak karena masih banyak penyakit lain,” kata Nina.

Apabila sudah terserang HFMD, Nina juga mengatakan seseorang masih berpeluang kembali mengalami penyakit tersebut. "Sebab, virus ini juga dapat menular dan tak hanya dapat dialami oleh anak-anak saja," katanya.

Untuk mencegah agar tak terserang virus HFMD, Nina mengatakan, yang paling utama adalah dengan menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan.

Seseorang yang mengalami HFMD juga tetap disarankan mandi agar tubuh tetap terjaga kebersihannya. Pemberian krim pelembab juga dapat diberikan agar kelembaban kulit tetap terjaga.

“Kalau bayi, tetap disusui, lalu waspadai tanda bahayanya. Tetap harus mandi. Bekas bentolnya bisa pakai pelembab. Kalau berbekas umumnya bisa hilang sendiri karena kulit akan berganti,” kata Nina.

Seseorang yang mengalami HFMD biasanya akan sembuh dalam waktu 7 sampai 10 hari. Namun jika mengalami ruam cukup banyak biasanya akan membaik pada 12 sampai 14 hari.

Nina mengingatkan, pemberian bedak saat ini sudah tidak dianjurkan lagi untuk mengobati ruam. Cara terbaik untuk mengobati ruam yang timbul akibat HFMD adalah mandi atau menggunakan krim.

Nina juga berpesan agar ruam tidak dipecahkan secara paksa dan biarkan membaik dengan sendirinya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement