Sabtu 14 Feb 2015 18:01 WIB

Saat yang Tepat untuk Cuti Hamil

Hamil
Foto: pixabay
Hamil

REPUBLIKA.CO.ID, Meskipun sudah ada peraturan dari pemerintah, perempuan hamil diberikan waktu cuti selama 3 bulan menjelang waktu kelahiran, tapi ada kondisi di mana waktu 3 bulan itu tidak cukup.

Berikut ini beberapa kondisi kehamilan yang harus Anda pertimbangkan untuk mengambil cuti, seperti dilansir dari www.parentsindonesia.com.

Lingkungan kerja

Lingkungan kerja yang memungkinkan Anda terekspos bahan kimia berbahaya atau radiasi tidak dianjurkan selama kehamilan. Dalam kasus ini, lebih baik Anda mengambil cuti pada trimester pertama karena di trimester ini janin lebih rentan terhadap paparan bahan kimia dan radiasi yang bisa menyebabkan kelainan genetik.

Kesehatan ibu

Kesehatan ibu merupakan faktor penting untuk menentukan kapan harus mengambil cuti selama kehamilan. Jika Anda benar-benar sehat, Anda dapat bekerja sampai trimester ketiga asalkan lingkungan kerja Anda aman untuk Anda dan janin.

Kesehatan bayi

Selain kesehatan diri sendiri kesehatan bayi juga merupakan faktor yang penting untuk memutuskan cuti hamil. Jika dokter Anda mengindikasikan ada masalah kesehatan pada bayi di kandungan, Anda harus mengikuti instruksi dokter tentang kapan harus cuti selama kehamilan.

Komplikasi kehamilan

Jika Anda memiliki kondisi medis yang membuat kehamilan berisiko, Anda harus mematuhi nasihat dokter tentang kapan harus mengambil cuti. Berikan prioritas pada kehamilan Anda dan ambilan cuti jika Anda memiliki kondisi yang mengharuskan Anda istirahat total.

Waktu melahirkan

Jika Anda bingung tentang kapan harus cuti hamil, lebih baik mempertimbangkan kesehatan Anda dan waktu kelahiran. Lebih baik Anda cuti dekat dengan waktu melahirkan. Menurut peraturan yang dikeluarkan Kementrian Tenaga kerja, perusahaan wajib memberikan waktu cuti hamil dan melahirkan selama 3 bulan.

Tanggung jawab pekerjaan

Jika Anda memiliki tanggung jawab pada pekerjaan yang besar, ada baiknya Anda memberi tahu atasan tentang waktu cuti dari jauh hari. Atau minta bantuan pada rekan satu tim untuk menyelesaikan pekerjaan Anda selama cuti hamil dan melahirkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement