Rabu 11 May 2011 18:58 WIB

Kebanyakan Nonton TV dan Bermain Game, Kemampuan Berbahasa Si Kecil Mandeg

Rep: Agung Sasongko/ Red: Johar Arif
Main game, ilustrasi
Foto: ksupointer.com
Main game, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON—Para orang tua kembali diperingatkan untuk mendamping anak-anak mereka saat menonton televisi atau bermain game. Pasalnya, selain berdampak negatif terhadap psikologis anak, kebanyakan nonton televise dan bermain game juga menghambat kemampuan berbicara anak.

Menurut catatan peneliti Inggris, hampir 100.000 anak berusia 5 tahun di Inggris memiliki kemampuan verbal yang kurang. Bahkan statistik resmi menyebutkan kebanyakan anak-anak di Inggris tidak memiliki kemampuan berpikir dan berbahasa yang cukup baik.

Semula peneliti menyimpulkan bahwa persoalan genetik penyebab kurangnya kemampuan verbal anak-anak di Inggris. Namun, usai diteliti lebih lanjut, peneliti menemukan minimnya peran orang tua saat melihat anak-anak mereka asyik menonton televisi dan bermain game.

Padahal, menurut asumsi peneliti, orang tua bisa mendamping anak-anak mereka dengan berperan sebagai "detektif" atau "penasihat" yang selanjutnya membahas apa yang anak-anak tonton dan mainkan.

Jean Gross, penasihat komunikasi pemerintah Inggris, mengatakan tradisi makan bersama keluarga merupakan satu solusi konkrit untuk mengejar ketertinggalan anak-anak saat mengembangkan kemampuan berbahasa mereka.  

“Kami tahu jumlah percakapan sangat menentukan keberhasilan anak mengembangkan kemampuan berbahasa mereka. Hal itu tidak bisa diperoleh ketika TV berada di sekitar anak sepanjang waktu. Kondisi itu tentu mengurangi jumlah percakapan yang pada gilirannya menghambat perkembangan bahasa," papar dia seperti dikutip dailymail.co.uk, Rabu (11/5).

Karena itu, Gross menyatakan dukungannya terhadap kampanye Hallo, sebuah kampanye yang bertujuan untuk mengeliatkan komunikasi pada anak-anak dan remaja di rumah, penitipan anak, dan sekolah.

Menurut Gross,  82 persen orang tua banyak yang menanyakan perihal cara untuk mengembangkan kemampuan anak-anak dalam berpidato, berbahasa dan komunikasi. Padahal, kata dia, caranya cukup sederhana, yaitu ajak anak berbicara, berdiskusi dan membahas banyak hal.  Selain itu, Gross dengan merujuk pada hasil riset Universitas Dundee, menyatakan aktivitas seperti bernyanyi bersama lagu anak-ana dan  melihat album foto merupakan cara lain dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak-anak.

Selain mengajak berbicara, Gross juga menekankan pentingnya pengulangan kata-kata baru sehingga melatih daya ingat. Kuatnya daya ingat menurut Gross akan mempermudah penggunaan kosa kata pada anak ketika mereka bersosialisasi.  Gross juga menyarankan kepada setiap keluarga untuk membiasakan bermain bersama dengan anak-anak.  Ditambahkan Gross, orang tua tidak perlu harus terpaku pada game yang ada. Menurut dia, perlu juga berinovasi menciptakan permainan sendiri.

sumber : dailymail.co.uk
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement