Jumat 23 Oct 2026 10:59 WIB

Prancis Laporkan Kasus Pertama Virus Shamonda pada Manusia

Virus tersebut menular pada seorang pasien, dankemudian meninggal pada awal Oktober.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Petugas medis membawa pasien ke ruang isolasi (ilustrasi). Otoritas Prancis mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus Shamonda pada manusia. Virus yang sebelumnya diyakini hanya menginfeksi hewan itu, menular pada seorang pasien di Kota Lyon yang meninggal dunia pada awal Oktober.
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Petugas medis membawa pasien ke ruang isolasi (ilustrasi). Otoritas Prancis mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus Shamonda pada manusia. Virus yang sebelumnya diyakini hanya menginfeksi hewan itu, menular pada seorang pasien di Kota Lyon yang meninggal dunia pada awal Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Prancis mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus Shamonda pada manusia. Virus yang sebelumnya diyakini hanya menginfeksi hewan itu, menular pada seorang pasien di Kota Lyon yang meninggal dunia pada awal Oktober.

Kasus ini menjadi temuan pertama virus Shamonda pada manusia yang didokumentasikan dan dilaporkan. Otoritas Prancis menyebut kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa karena pasien mengalami imunokompromais berat atau kondisi ketika sistem kekebalan tubuh sangat lemah.

Baca Juga

"Oleh karena itu, ini merupakan kasus luar biasa yang melibatkan seorang pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah (imunokompromais)," kata pihak berwenang Prancis dilansir laman Euro News, Kamis (22/10/2026).

Otoritas Prancis menduga pasien terinfeksi melalui gigitan serangga kecil dari genus Culicoides, yang dikenal sebagai biting midge. Dugaan sementara menyebutkan paparan terjadi di wilayah Prancis bagian timur.

Namun, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) menyatakan spesies serangga yang secara spesifik terlibat dalam penularan kasus ini masih belum diketahui. Penyelidikan klinis, laboratorium, dan epidemiologis masih dilakukan memastikan bagaimana pasien terinfeksi serta menentukan apakah virus Shamonda menyebabkan atau turut berkontribusi terhadap kematiannya. Penyelidikan ini dilakukan dengan melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan ECDC.

Di sisi lain, otoritas Prancis menyatakan belum ada risiko kesehatan yang teridentifikasi bagi masyarakat umum berdasarkan pengetahuan saat ini mengenai virus Shamonda. "Berdasarkan pengetahuan saat ini mengenai virus tersebut, hingga saat ini belum ditemukan adanya risiko kesehatan bagi masyarakat umum," kata Kementerian Pertanian Prancis.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi