Jumat 02 Oct 2026 17:35 WIB

Menjaga Kolesterol tak Harus dengan Diet Ketat

Konsumsi oat bisa jadi salah satu pilihan makan sehat.

Oat dapat menjadi salah satu pilihan untuk makan sehat karena mengandung banyak serat.
Foto: flickr
Oat dapat menjadi salah satu pilihan untuk makan sehat karena mengandung banyak serat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga kadar kolesterol tidak selalu berarti harus menjalani pola makan yang ketat dan menghilangkan berbagai makanan dari menu sehari-hari. Perubahan pola makan secara bertahap, termasuk memperbanyak serat dan mengurangi asupan lemak jenuh, menjadi bagian penting dalam menjaga kadar kolesterol, khususnya kolesterol LDL.

Kolesterol LDL atau low-density lipoprotein kerap disebut sebagai kolesterol "jahat" karena kadar LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Karena itu, pengelolaannya tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan, tetapi pada pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.

Baca Juga

National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menyebut pengurangan lemak jenuh serta peningkatan konsumsi serat larut sebagai bagian dari perubahan gaya hidup yang dapat membantu menurunkan LDL. Serat larut antara lain terdapat dalam oat, kacang-kacangan, buah, dan sejumlah sayuran.

Salah satu jenis serat larut yang banyak terdapat pada oat adalah beta-glukan. Serat ini dapat membentuk substansi seperti gel di saluran pencernaan dan membantu mengurangi penyerapan kolesterol dan lemak dari makanan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencatat adanya hubungan antara konsumsi beta-glukan dari oat atau barley dengan penurunan kadar kolesterol. Klaim kesehatan yang diakui FDA berkaitan dengan konsumsi setidaknya 3 gram beta-glukan per hari sebagai bagian dari pola makan rendah lemak jenuh dan kolesterol.

Meski demikian, konsumsi oat bukan berarti dapat menggantikan keseluruhan pola makan sehat. Jenis makanan yang dikonsumsi bersama oat juga perlu diperhatikan. Oat yang disajikan dengan banyak gula tambahan, krimer tinggi lemak jenuh, atau topping tinggi kalori tentu berbeda dengan oatmeal yang dipadukan dengan buah, kacang, atau sumber protein yang sesuai.

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi