Rabu 02 Sep 2026 22:22 WIB

Lima Tips Liburan Bareng Anak agar tak Berujung Drama

Rancang agenda perjalanan yang tidak terlalu padat.

Liburan bisa jadi pengalaman baru bagi anak untuk mengenal lingkungan di luar rumah.
Foto: dok Republika
Liburan bisa jadi pengalaman baru bagi anak untuk mengenal lingkungan di luar rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Liburan bersama anak membutuhkan persiapan yang berbeda dibandingkan bepergian tanpa anak. Orang tua perlu mempertimbangkan kondisi fisik anak, kebutuhan istirahat, hingga barang-barang yang harus dibawa agar perjalanan tetap nyaman.

Momfluencer dan content creator Laila Maulid membagikan sejumlah tips agar perjalanan bersama anak dapat berlangsung lebih menyenangkan dan tidak berujung drama. Menurut dia, orang tua tidak perlu terlalu khawatir mengajak anak bepergian, termasuk ke destinasi yang cukup jauh.

Baca Juga

“Menurut saya jangan terlalu takut dulu. Memang pasti ada tantangannya ketika traveling sama anak, tapi dari situ justru kita belajar. Anak juga bisa mendapatkan pengalaman baru dengan melihat tempat yang berbeda,” ujar Laila.

Berikut lima tips Laila agar traveling bersama anak lebih nyaman:

1. Jangan takut mengajak anak traveling sejak dini

Laila mengatakan, orang tua tidak perlu menunggu anak berusia besar untuk mulai mengajaknya bepergian. Perjalanan justru dapat menjadi pengalaman baru bagi anak untuk mengenal lingkungan di luar rumah.

Namun, orang tua dapat memulainya secara bertahap. Tidak harus langsung memilih perjalanan panjang atau destinasi luar negeri. Perjalanan ke kota terdekat bisa menjadi latihan pertama untuk mengetahui bagaimana respons anak selama berada di perjalanan.

Dari pengalaman tersebut, orang tua dapat belajar mengenali kebutuhan anak, mulai dari waktu istirahat, makanan, hingga hal-hal yang membuat anak merasa nyaman selama bepergian.

2. Jangan membuat itinerary terlalu padat

Salah satu hal penting ketika traveling bersama anak adalah membuat jadwal perjalanan yang realistis. Keinginan mengunjungi banyak tempat dalam waktu singkat sebaiknya tidak mengorbankan waktu istirahat anak.

“Kalau traveling sama anak, menurut saya itinerary-nya jangan terlalu padat. Kita harus lihat kondisi anak juga. Jangan karena ingin mengunjungi banyak tempat, akhirnya anak terlalu capek dan liburannya malah jadi tidak nyaman,” kata Laila, Rabu (2/9/2026).

Orang tua dapat memilih beberapa destinasi utama dan memberikan jeda istirahat di antara aktivitas. Jadwal tidur, waktu makan, termasuk tidur siang bagi anak yang masih membutuhkannya, sebaiknya turut diperhitungkan.

Laila juga mengingatkan pentingnya fleksibilitas. Jika anak sudah terlihat lelah, orang tua tidak perlu memaksakan agenda yang telah dibuat.

“Kalau biasanya kita traveling sendiri mungkin bisa lebih bebas. Tapi kalau sudah bawa anak, kita harus lebih fleksibel. Kalau ternyata anak capek, ya jangan dipaksakan,” tuturnya.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi