REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa libur sekolah yang berlangsung hingga 12 Juli kerap dimanfaatkan keluarga untuk berlibur dan mengunjungi berbagai destinasi wisata. Namun di balik keseruan liburan, orang tua perlu memastikan anak tetap terlindungi terutama dari paparan polusi udara.
Dokter spesialis anak subspesialis respirologi anak, dr Cinthya Centauri, mengatakan polusi udara seperti emisi kendaraan, asap rokok dan vape, aktivitas industri, hingga asap dari pembakaran sampah dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anak. Mulai dari infeksi saluran pernapasan, memicu atau memperburuk asma, mengganggu kualitas tidur, hingga memicu penyakit paru kronis.
Agar anak terlindungi dari paparan polusi selama liburan, dr Cinthya mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan keluarga inti bebas dari sumber polusi. la mengimbau ayah maupun ibu untuk tidak merokok atau ngevape di depan anak, karena asapnya bisa sangat berbahaya bagi anak.
"Kalau bicara liburan keluarga, saya selalu memulai dari tidak boleh ada yang merokok di dalamnya. Jadi kalau ayah merokok, itu kacau sekali. Ayah tidak boleh merokok. Mudah-mudahan kalau ayahnya memang merokok, bisa langsung berhenti saat liburan karena sedang bersama anaknya," kata dr Cinthya dalam diskusi berani Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (7/7/2026).
Selain memastikan lingkungan keluarga bebas asap rokok dan vape, pemilihan moda transportasi juga perlu diperhatikan. Menurut dr Cinthya, orang tua sebaiknya memilih sarana transportasi yang memiliki risiko lebih rendah terhadap paparan polusi udara.
la mencontohkan kendaraan tertutup seperti mobil atau kereta api lebih aman dibandingkan sepeda motor. Pasalnya ketika menggunakan motor, anak lebih mudah menghirup asap kendaraan dan polusi dari lingkungan sekitar.
"Pilih sarana transportasi yang paling rendah risikonya terhadap polusi. Semisal dibandingkan jalan-jalan pakai motor, keluarga mungkin lebih aman pakai mobil. Atau misalnya bisa naik kereta api, karena lebih tertutup. Kalau naik motor, itu anak mudah sekali menghirup polusi dan asap," kata dr Cinthya.
Pemilihan destinasi wisata juga menjadi faktor penting. Anggota Unit Koordinasi Respirologi IDAI tersebut menyarankan orang tua untuk memastikan lokasi tujuan memiliki kualitas lingkungan yang baik sebelum berangkat.