Rabu 19 Aug 2026 15:47 WIB

Pakai Skincare Berlapis Berisiko Picu Beauty Burnout

Kebutuhan kulit tidak ditentukan oleh jumlah produk yang digunakan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Menggunakan skincare (ilustrasi). Menurut dokter, penggunaan skincare berlapis berpotensi menyebabkan terjadinya beauty burnout.
Foto: Dok.Magnific
Menggunakan skincare (ilustrasi). Menurut dokter, penggunaan skincare berlapis berpotensi menyebabkan terjadinya beauty burnout.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perawatan kulit atau skincare semestinya menjadi bagian dari perawatan diri (self-care). Namun bagi sebagian Gen Z, rutinitas tersebut justru berubah menjadi beban baru karena harus menjalani rangkaian perawatan yang panjang, bahkan mencapai 10 hingga 12 langkah. Mulai dari toner, ampoule, essence, serum, moisturizer, dan lainnya.

Dokter spesialis kulit, dr Noopur Jain, mengatakan rutinitas ini berpotensi menyebabkan terjadinya beauty burnout. Ini diartikan sebagai kelelahan yang muncul ketika perawatan kulit diperlakukan seperti sebuah proyek atau perlombaan, bukan sebatas menjaga kesehatan kulit.

Baca Juga

Menurut Jain, saat ini semakin banyak pasien muda yang datang berkonsultasi bukan karena memiliki masalah kulit tertentu, melainkan karena merasa lelah dengan rutinitas skincare yang mereka jalani. "Di klinik saya, saya semakin sering melihat anak muda yang datang bukan dengan masalah kulit tertentu, tetapi karena kelelahan. Mereka lelah dengan skincare routine yang mencapai 10 sampai 12 step, lelah mengingat serum mana yang digunakan sebelum essence, dan lelah merasa bahwa melewatkan satu step dianggap sebagai kegagalan pribadi," kata Jain dilansir laman Hindustan Times, Selasa (18/8/2026).

Menurut dr Jain, kondisi tersebut berkaitan erat dengan konten di media sosial. Gen Z tumbuh dalam ekosistem media sosial yang terus menampilkan standar kecantikan dan rutinitas perawatan kulit.

Akibatnya, penggunaan semakin banyak produk kerap dianggap sebagai sesuatu yang normal, bahkan menjadi standar yang seolah harus diikuti. Padahal menurut dr Jain, kebutuhan kulit tidak ditentukan oleh jumlah produk yang digunakan.

"Kulit tidak membutuhkan 12 produk skincare. Kulit pada dasarnya membutuhkan konsistensi, beberapa bahan aktif sesuai kondisi kulit, serta memberi waktu bagi kulit untuk melakukan proses regenerasi," kata dia.

photo
Skincare (ilustrasi). - (Dok. Magnific)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi