Rabu 30 Sep 2026 22:32 WIB

Ratusan Pelajar Berlatih Jadi Diplomat, Bahas Isu Global di AYIMUN

Peserta dituntut memahami pandangan yang berbeda dari pendapat pribadi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Satria K Yudha
Peserta mengikuti simulasi sidang PBB dalam AYIMUN Cibubur Chapter di Jakarta, 26–27 September 2026, untuk melatih kemampuan diplomasi, negosiasi, dan penyusunan resolusi.
Foto: IGN
Peserta mengikuti simulasi sidang PBB dalam AYIMUN Cibubur Chapter di Jakarta, 26–27 September 2026, untuk melatih kemampuan diplomasi, negosiasi, dan penyusunan resolusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 312 peserta dari 165 sekolah dan perguruan tinggi berlatih berdebat, bernegosiasi, dan menyusun solusi atas persoalan global melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Cibubur Chapter di Jakarta pada 26–27 September 2026.

Peserta berasal dari Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Riau, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara. Dalam forum yang diselenggarakan International Global Network (IGN) tersebut, mereka berperan sebagai perwakilan negara dan membahas isu melalui simulasi dewan Economic and Social Council (ECOSOC) serta International Labour Organisation (ILO).

Baca Juga

Presiden IGN Muhammad Fahrizal mengatakan, peserta perlu memahami sudut pandang negara yang diwakili, termasuk ketika berbeda dengan pandangan pribadi. Proses tersebut menuntut kemampuan riset, menyampaikan argumen, dan mencari kesepakatan bersama.

“Kalian akan melakukan riset mengenai berbagai permasalahan global, mempertahankan gagasan kalian, mendengarkan orang lain, bernegosiasi untuk menemukan solusi, dan bekerja sama. Ini bukan hanya keterampilan dalam MUN. Ini adalah keterampilan hidup,” kata Fahrizal dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Fahrizal menilai kemampuan akademik perlu disertai keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama. Ia juga menekankan pentingnya pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Kepala Seksi SMP/SMA Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Sriyadi membuka kegiatan tersebut. Ia mendorong peserta menggunakan forum diplomasi sebagai awal kerja sama yang dapat berlanjut menjadi kegiatan sosial maupun usaha.

“Jadikan ini sebagai awal dari bentuk kolaborasi jangka panjang adik-adik semua, seperti gerakan sosial ataupun start up. Gunakan forum ini untuk berani bersuara dan berani berbeda pendapat. Latih kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, berdiplomasi dan kepemimpinan adik adik disini,” ujar Sriyadi.

Dalam setiap sesi, peserta mendiskusikan persoalan, bernegosiasi, dan menyusun rancangan resolusi yang meniru proses persidangan PBB. Fasilitator dari Indonesia, Thailand, dan Filipina membimbing jalannya simulasi.

AYIMUN Chapter sebelumnya telah diselenggarakan di sejumlah lokasi, antara lain Kelapa Gading, Bekasi, BSD, Bandung, dan Pekanbaru. IGN juga menyiapkan AYIMUN Penang Chapter yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Oktober 2026.

Berita Lainnya

Rekomendasi