REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Telur merupakan sumber protein hewani bergizi tinggi. Meski harganya relatif terjangkau, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan belanja rumah tangga untuk rokok masih lebih besar dibandingkan telur.
Padahal, konsumsi dua butir telur per hari dapat menjadi investasi sederhana dengan dampak besar bagi pertumbuhan anak. Selain nilai gizinya, masyarakat juga perlu memahami cara memilih dan menyimpan telur dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Niken Ulupi, mengatakan kualitas telur dapat dikenali dari ciri fisiknya. Telur yang berbentuk oval sempurna, terasa lebih berat saat dipegang, serta memiliki cangkang yang kuat menandakan kondisi telur yang baik dan segar.
"Telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya kuat menandakan telur tersebut baik dan segar," kata Prof Niken dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (12/5/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tampilan luar telur tidak menentukan kandungan gizinya. Namun, ciri fisik dapat menjadi indikator kesegaran. Telur yang segar umumnya memiliki putih telur yang lebih kental saat dipecahkan.
"Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya. Tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental," ujarnya.
Niken juga menyarankan untuk menghindari telur dengan bentuk ujung terlalu runcing atau cangkang yang kasar, karena dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan pada induk ayam. Selain itu, telur yang terlalu kotor juga perlu diwaspadai karena bisa jadi tempat menempelnya bakteri.
Prof Niken juga meluruskan anggapan bahwa warna cangkang menentukan kualitas gizi. Menurutnya, perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi pigmen alami ayam.