Ahad 19 Apr 2026 16:36 WIB

Cara Kilat Atasi Kecanduan Anak pada Gawai

Reaksi awal seperti rewel merupakan hal yang wajar.

Ilustrasi anak bermain gawai.
Foto: Republika/Daan Yahya
Ilustrasi anak bermain gawai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemandangan anak-anak yang terpaku pada layar ponsel di restoran, ruang tamu, bahkan saat berkumpul keluarga kini menjadi hal yang lumrah. Namun, di balik diamnya mereka, tersimpan kekhawatiran besar tentang "kecanduan gawai" yang kian menghantui.

Kabar baiknya, jerat digital ini bukanlah harga mati. Kecanduan gawai pada anak ternyata dapat dihentikan dalam waktu yang relatif singkat, asalkan ada satu bumbu rahasia yang tak boleh ditawar yaitu konsistensi orang tua. Memutus ketergantungan anak pada gawai memang menantang, namun bukan misi yang mustahil.

Baca Juga

Dokter anak dan ahli tumbuh pembang pediatri sosial Dr dr Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH menyebut proses itu umumnya membutuhkan waktu sekitar dua pekan hingga satu bulan. “Sebenarnya untuk menghentikan, berdasarkan pengalaman pasien-pasien, biasanya membutuhkan 1-2 pekan kalau kita hentikan sama sekali, walau itu mungkin akan membuat anak sedikit cranky (rewel atau mudah marah),” ujar Bernie saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

photo
Anak bermain didampingi orang tuanya saat berkunjung ke ruang terbuka hijau (RTH) Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2026).  - (Republika/Thoudy Badai)

 

Menurut Bernie, reaksi awal seperti rewel merupakan hal yang wajar karena anak terbiasa mendapatkan stimulasi cepat dan menyenangkan dari gawai. Hal ini berkaitan dengan pelepasan dopamin di otak yang membuat anak ingin terus mengulang aktivitas tersebut.

“Ini yang akhirnya anak akan berusaha lagi untuk mendapatkan hal itu. Lagi dan lagi akhirnya akan terjadi kecanduan atau ketergantungan juga adiksi terhadap kegiatan tersebut,” kata dokter yang juga Ketua Bidang 3 Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersebut.

photo
Anak bermain didampingi orang tuanya saat berkunjung ke ruang terbuka hijau (RTH) Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2026). Taman Bendera Pusaka menjadi destinasi wisata baru ramah anak dan gratis yang dapat dimanfaatkan untuk berwisata pada hari libur lebaran idul fitri di Jakarta. Taman yang baru diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tersebut menyediakan sejumlah fasilitas seperti area jogging track, playground anak, kolam, lapangan basket, jembatan hingga lapangan padel. - (Republika/Thoudy Badai)

 

Untuk mengatasi hal ini, orang tua disarankan tidak hanya menghentikan penggunaan gawai, tetapi juga mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain yang menarik. Kegiatan fisik, permainan tradisional, hingga aktivitas sederhana di rumah dapat menjadi alternatif.

“Orang tua harus mengalihkan. Orang tua juga harus mengajak melakukan sesuatu yang cukup menarik juga bagi anak, sehingga anak tertarik untuk melakukannya,” ujarnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement