REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktor Javier Bardem memanfaatkan momen di atas panggung Oscar 2026 untuk berdiri tegak menyuarakan apa yang selama ini menjadi luka dunia yaitu konflik di Palestina. Saat melangkah ke podium Dolby Theatre di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), pada Ahad (15/3/2026) waktu setempat, untuk membacakan pemenang kategori Film Internasional Terbaik, Bardem tidak langsung membuka amplop berisi nama pemenang.
Dengan sorot mata tajam dan nada suara yang penuh penekanan, ia memulai pidatonya dengan pernyataan yang berani. "Katakan tidak pada perang, dan bebaskan Palestina," ucapnya lugas dikutip dari laman Variety pada Senin (16/3/2026).
Pernyataan singkat itu seketika mengubah atmosfer ruangan. Bukan keheningan canggung yang didapat, melainkan dukungan masif dari para hadirin yang hadir malam itu. Tepuk tangan riuh memenuhi aula, menandakan bahwa pesan tersebut bergaung di hati banyak orang di industri film dunia.
Keberanian Bardem bukanlah hal baru yang muncul tiba-tiba di panggung Oscar. Sejak musim penghargaan dimulai, aktor Dune ini telah menjadi salah satu suara paling lantang di Hollywood.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Variety di karpet merah, Bardem menjelaskan alasan di balik sikap kerasnya. "Di sini saya berdiri hari ini, mengecam genosida yang terjadi di Gaza," ujarnya.
Dia tidak asal bicara. Bardem merujuk pada temuan para ahli hukum dan sejarah internasional untuk memperkuat argumennya.
"Saya berbicara tentang IAGS, Asosiasi Internasional Pakar Genosida, yang telah mempelajari secara mendalam dan menyatakan bahwa apa yang terjadi adalah genosida. Itulah mengapa kami menuntut blokade komersial dan diplomatik, serta sanksi terhadap Israel untuk menghentikan genosida ini. Bebaskan Palestina," kata dia menjelaskan.