Senin 16 Mar 2026 07:27 WIB

Resep Mudik Anti-lemas: Jangan Skip Sahur Ya!

Pemudik kerap hanya mempersiapkan kendaraan, namun abai terhadap kondisi tubuhnya.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Sejumlah pemudik menikmati makan sahur di bahu jalan tol di kawasan Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2024) dini hari. Masyarakat yang akan mudik diimbau untuk tidak melewatkan sahur dan beristirahat cukup saat perjalanan.
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah pemudik menikmati makan sahur di bahu jalan tol di kawasan Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2024) dini hari. Masyarakat yang akan mudik diimbau untuk tidak melewatkan sahur dan beristirahat cukup saat perjalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Euforia mudik Lebaran sering kali membuat masyarakat terfokus pada kesiapan teknis seperti servis kendaraan, tiket perjalanan, hingga oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Namun, ada satu aspek krusial yang kerap terlupakan yaitu kesiapan fisik pemudik itu sendiri.

Ketua Departemen Kesehatan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dr Prasetyo Widhi Buwono, Sp.PD-KHOM, FINASIM mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk tidak melewatkan sahur dan beristirahat cukup saat perjalanan. "Jutaan pemudik setiap tahunnya kerap hanya mempersiapkan kendaraan, namun abai terhadap kondisi tubuh mereka sendiri," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Ahad (15/3/2026).

Baca Juga

Selain itu, pemudik sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan terutama bagi yang memiliki penyakit kronis. Pemeriksaan kesehatan juga bisa dilakukan di posko atau pos kesehatan yang disediakan di berbagai stasiun, terminal dan pelabuhan/dermaga.

DMI bersama bersama fasilitas kesehatan tingkat pertama membuka layanan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah bagi jamaah yang akan mudik dilaksanakan di masjid usai Sholat Tarawih. Jamaah yang terdeteksi menderita hipertensi atau diabetes langsung diarahkan untuk berobat rutin dan bergabung dalam Program Prolanis.

photo
Petugas membagikan nasi kotak untuk makan sahur kepada pengunjung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (14/4/2023). - (Republika/Thoudy Badai)

Masjid bukan hanya tempat ibadah. "Kami ingin masjid menjadi pusat kesehatan jamaah. Dengan skrining sederhana di masjid, kasus hipertensi dan diabetes yang sebelumnya tidak terdeteksi bisa ditangani sebelum menjadi komplikasi serius," kata dia. Selain pemeriksaan kesehatan, Prasetyo juga menyarankan pemudik menyiapkan kotak P3K untuk mengantisipasi gangguan ringan di perjalanan, membawa bekal bergizi dan minum cukup, serta beristirahat setiap tiga hingga empat jam bagi pengendara mobil, atau setiap dua jam bagi pengendara motor.

Di Jakarta, Dinas Kesehatan (Dinkes) pada masa Angkutan Lebaran 2026 menyediakan posko kesehatan di tujuh terminal bus, tiga stasiun dan dua pelabuhan/dermaga. Rinciannya, yakni di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, Terminal Grogol, Terminal Lebak Bulus dan Terminal Muara Angke. Kemudian, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir dan Stasiun Jakarta Kota serta Pelabuhan Kali Adem dan Pelabuhan Muara Angke.

photo
Sejumlah pemudik tertidur ketika mengunggu kedatangan bus di terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Jumat (27/3/2025). - (Republika/Prayogi)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement