Kamis 28 May 2026 09:51 WIB

Pakar Ingatkan Wabah Ebola Bisa Jadi Pandemi Regional

Strain Bundibugyo yang langka dari Ebola menjadi penyebab wabah ini.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Petugas kesehatan dengan jubah pelindung dan masker beroperasi di pos pemeriksaan yang didirikan untuk tindakan pencegahan terhadap Ebola di Kanyaruchinya, dekat Goma, Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, 27 Mei 2026. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah Ebola, yang disebabkan oleh virus Bundibugyo, di Republik Demokratik Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Foto: Dok. EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA
Petugas kesehatan dengan jubah pelindung dan masker beroperasi di pos pemeriksaan yang didirikan untuk tindakan pencegahan terhadap Ebola di Kanyaruchinya, dekat Goma, Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, 27 Mei 2026. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah Ebola, yang disebabkan oleh virus Bundibugyo, di Republik Demokratik Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wabah Ebola yang sedang melanda Republik Demokratik Kongo berpotensi menjadi pandemi regional besar, menurut mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield. la memperingatkan bahwa penyebaran penyakit itu bisa meluas ke sejumlah negara tetangga di Afrika Timur.

"Saya memprediksi ini akan menjadi pandemi yang sangat signifikan. Ini mungkin akan menyebar ke Tanzania, menyebar ke Sudan Selatan, bahkan menyebar ke Rwanda," kata Redfield dilansir laman Independent, Senin (25/5/2026).

Baca Juga

la mengatakan wabah Ebola sangat signifikan dan menjadi perhatian organisasi kesehatan internasional. Namun ia menyayangkan respons awal terhadap wabah yang berjalan lambat.

"Ini adalah wabah yang saat ini benar-benar signifikan tapi wabah ini tidak segera terdeteksi. Saya tidak tahu kenapa, karena penyebarannya baru terdeteksi setelah ada lebih dari 100 kasus," kata dia.

photo
Seorang petugas kesehatan dengan jubah pelindung dan masker memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap Ebola di Kanyaruchinya, dekat Goma, Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, 27 Mei 2026. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah Ebola, yang disebabkan oleh virus Bundibugyo, di Republik Demokratik Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. - (Dok. EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)

 

Wabah tersebut, yang diperkirakan dimulai di bagian timur Republik Demokratik Kongo, kemungkinan telah menewaskan lebih dari 130 orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah tersebut sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional selama akhir pekan lalu, tetapi belum menyatakannya sebagai keadaan darurat pandemi.

"Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kapan dan di mana tepatnya wabah ini dimulai. Mengingat skalanya, kami memperkirakan wabah ini kemungkinan sudah dimulai beberapa bulan lalu," kata petugas teknis WHO untuk ancaman virus, Anais Legand.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement