Senin 11 May 2026 13:23 WIB

Waspada! Angka Obesitas di Indonesia Naik, Ini Rahasia Diet Sehat dari Dokter

Makanan lokal dinilai potensial untuk menunjang pola diet sehat.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
ilustrasi kesehatan obesitas. Angka obesitas di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.
Foto: Republika/Daan Yahya
ilustrasi kesehatan obesitas. Angka obesitas di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka obesitas di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi obesitas penduduk Indonesia di atas 18 tahun sebesar 23,4 persen, meningkat dibandingkan hasil Riskesdas 2018 yaitu sebesar 21,8 persen.

Dokter sekaligus pakar gizi Dr dr Widati Fatmaningrum mengatakan persoalan obesitas terjadi akibat pola makan dan kebutuhan gizi yang tidak seimbang, serta gaya hidup yang kurang aktif. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pola makan sehat, namun belum dimaksimalkan dengan baik.

Baca Juga

"Pola makan sehat bukan hanya soal mengenyangkan, tetapi harus memenuhi dua aspek utama, yaitu kebutuhan energi dan kebutuhan gizi. Dan makanan lokal sangat potensial untuk menunjang pola diet sehat," kata Widati dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (7/5/2026).

photo
Obesitas pada anak (ilustrasi). - (Dok. Freepik)

 

la menekankan obesitas terjadi ketika asupan energi lebih tinggi dibandingkan energi yang digunakan tubuh. Karena itu, solusi utamanya bukan sekadar mengurangi makan, tetapi mengatur keseimbangan antara asupan dan aktivitas fisik.

Dokter Widati menjelaskan kebutuhan gizi setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Karenanya penting bagi setiap orang untuk mengenali kebutuhan spesifik tubuh masing-masing.

"Setiap orang perlu mengenali kebutuhan tubuhnya sendiri. Tidak semua orang bisa mengikuti pola makan yang sama," kata dia.

la menambahkan, pendekatan yang lebih tepat adalah mengatur komposisi makanan seimbang, bukan sekadar membatasi jenis makanan tertentu secara ekstrem. Dengan pola yang sesuai, tubuh diharapkan mencapai berat badan ideal, yakni tidak obesitas maupun kekurangan gizi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement