Kamis 05 Mar 2026 23:49 WIB

Tips Kelola Anggaran Mudik Biar Dompet Aman Setelah Lebaran

Para pemudik bisa menyesuaikan moda transportasi yang sesuai kemampuan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Pemudik menunggu keberangkatan kereta (ilustrasi). Perencanaan keuangan yang matang sangat diperlukan agar perjalanan mudik tidak mengganggu kondisi finansial setelah Lebaran.
Foto: Republika/Prayogi
Pemudik menunggu keberangkatan kereta (ilustrasi). Perencanaan keuangan yang matang sangat diperlukan agar perjalanan mudik tidak mengganggu kondisi finansial setelah Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mudik Lebaran sering kali menjadi pengeluaran tambahan bagi masyarakat yang merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman. Karena itu, perencanaan keuangan yang matang sangat diperlukan agar perjalanan mudik tidak mengganggu kondisi finansial setelah Lebaran.

Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Soetikno menyarankan untuk mengidentifikasi dan menghitung biaya mudik secara rinci. Mulai dari biaya transportasi, konsumsi, penginapan, salam tempel, hingga biaya rekreasi selama di kampung halaman.

Baca Juga

"Hitung dulu dan sesuaikan dengan kemampuan Anda. Jika memang uangnya cukup untuk memenuhi semua keperluan mudik, berarti alhamdulilah. Namun jika uangnya terbatas, maka anggarkan untuk kebutuhan utama mudik," kata Mike saat dihubungi Republika, Kamis (5/3/2026).

photo
Ilustrasi mudik. - (Republika/Mardiah)

 

Mike mengatakan bahwa transportasi menjadi salah satu pos pengeluaran utama. Para pemudik juga bisa menyesuaikan moda transportasi yang sesuai kemampuan, apakah naik mobil pribadi, bus, kereta, atau pesawat.

Perihal penginapan, kata Mike, bagi sebagian pemudik, mungkin bisa gratis jika menginap di rumah orang tua atau saudara. Namun, jika tidak tersedia tempat menginap, biaya penginapan harus dimasukkan dalam perencanaan anggaran mudik.

"Bahkan jika menginap gratis, misalnya karena menginap di rumah saudara atau orang tua, tetap disarankan memberi kontribusi untuk biaya makan atau kebutuhan rumah tangga selama berada di sana," jelas Mike.

Selain itu, Mike juga menekankan pentingnya memperhitungkan biaya rekreasi atau liburan. Mudik sering dimanfaatkan untuk berwisata bersama keluarga. Jika tidak diatur, kunjungan ke berbagai tempat bisa menjadi impulsif dan menambah beban anggaran, terutama jika harga tiket naik saat musim liburan.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement