REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menggunakan pelembap mungkin terdengar seperti rutinitas skincare yang sangat sederhana. Namun menurut para ahli dermatologi, terdapat teknik dan seni tersendiri untuk memastikan produk tersebut bekerja secara maksimal bagi kesehatan kulit.
Pelembap merupakan satu dari tiga pilar utama kesehatan kulit selain pembersih dan tabir surya. Dokter spesialis kulit Marisa Garshick MD menjelaskan fungsi krusial dari produk ini. "Pelembap dirancang untuk menghidrasi kulit dan mendukung penghalang kulit (skin barrier) sekaligus bekerja untuk melembutkan dan menghaluskan kulit," ujarnya dikutip dari laman Real Simple pada Rabu (7/1/2026).
Ia mengatakan pelembap menggunakan bahan kunci seperti humektan untuk menarik kelembapan, emulien untuk melembutkan, dan oklusif untuk mengunci kelembapan di dalam kulit. Langkah pertama yang paling menentukan efektivitas pelembap adalah pemilihan produk yang sesuai dengan jenis kulit. Dia menyarankan pemilik kulit berminyak atau berjerawat untuk memilih produk non-comedogenic yang biasanya berbahan dasar air dan ringan agar tidak menyumbat pori-pori.
Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki kulit kering, dr Garshick merekomendasikan penggunaan krim atau losion yang lebih kental dengan kandungan seperti shea butter atau asam hialuronat. Dokter spesialis kulit lainnya, dr Jeanette Graf, juga mengingatkan bahwa kebutuhan kulit bisa berubah sesuai musim.
"Selama bulan-bulan musim dingin yang dingin, kulit Anda mungkin membutuhkan pelembap yang lebih kaya dibandingkan selama bulan-bulan yang lebih hangat," ujarnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa penggunaan skincare harus memberikan rasa nyaman di kulit. Proses aplikasi pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan.