Selasa 03 Feb 2026 18:12 WIB

Benarkah Stres Bisa Bikin Wajah Jadi Kusam?

Tubuh yang terus berada di mode 'waspada' akan mengganggu fungsi normal organ lain.

Seseorang mengalami stres (ilustrasi). Stres tidak hanya mengganggu ketenangan pikiran, tetapi juga bisa mengubah penampilan fisik wajah secara nyata melalui fenomena yang kini dikenal luas sebagai cortisol face.
Foto: Dok. Freepik
Seseorang mengalami stres (ilustrasi). Stres tidak hanya mengganggu ketenangan pikiran, tetapi juga bisa mengubah penampilan fisik wajah secara nyata melalui fenomena yang kini dikenal luas sebagai cortisol face.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkah nggak merasa wajah tampak lebih kusam, lelah, atau membengkak meskipun sudah rutin menggunakan produk perawatan kulit yang mahal? Sebelum menyalahkan produk skincare, mungkin ada baiknya menilik tingkat stres yang sedang dialami.

Kehidupan modern yang serbacepat, mulai dari tuntutan pekerjaan hingga tekanan sosial media, telah memicu lonjakan tingkat stres secara eksponensial. Dampaknya ternyata tidak hanya mengganggu ketenangan pikiran, tetapi juga bisa mengubah penampilan fisik wajah secara nyata melalui fenomena yang kini dikenal luas sebagai cortisol face.

Baca Juga

Cortisol face merupakan istilah non-medis yang merujuk pada perubahan kontur dan tekstur wajah akibat tingginya hormon kortisol dalam jangka waktu lama. Kortisol sendiri sebenarnya adalah hormon penting yang mengatur respons tubuh terhadap situasi darurat.

Konsultan utama penyakit dalam di Aster RV Hospital, dr Aravinda S N, mengatakan peran krusial hormon ini dalam mekanisme bertahan hidup manusia. "Kortisol memobilisasi energi, mempertajam fokus, dan untuk sementara mengalihkan sumber daya dari fungsi-fungsi non-esensial seperti pencernaan dan reproduksi agar dapat menangani apa yang ada di depan mata," ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times pada Selasa (3/2/2026).

Namun, masalah muncul ketika tingkat kortisol ini tetap tinggi secara kronis. Tubuh yang terus-menerus berada dalam mode "waspada" akan mengganggu fungsi normal organ lainnya, termasuk kesehatan kulit.

Dokter Aravinda memaparkan bahwa kortisol tinggi memicu retensi cairan dan redistribusi lemak, yang membuat wajah tampak lebih bengkak atau bulat, terutama di area pipi dan rahang. Efek buruknya tidak berhenti di situ. Hormon stres ini juga memperlemah struktur kulit, mempercepat munculnya garis halus, menyebabkan kekenduran, serta membuat wajah tampak kusam dan jauh lebih tua dari usia sebenarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement