REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog klinis dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Lya Fahmi, mengungkap fenomena tak biasa saat melakukan praktik. la mengaku kedatangan dua klien yang berkonsultasi bukan karena masalah pribadi, melainkan karena stres dan putus asa dengan kinerja pemerintah.
Dalam unggahan di Instagram, Lya menjelaskan kedua klien itu langsung menangis dan menyatakan rasa frustrasi mereka sebagai warga negara Indonesia. "Kalau melihat cara pemerintah menangani korban bencana Sumatera, aku merasa seolah rakyat ini enggak ada harganya. Enggak didengarkan, diabaikan pula. Putus asa banget rasanya jadi WNI," kata Lya menirukan keluhan klien.
Menurut Lya, biasanya klien tidak menyadari hubungan antara kesehatan mental dan isu struktural. Namun kali ini, keduanya datang dengan kesadaran penuh bahwa kondisi negara memengaruhi kesejahteraan emosional mereka.
Setelah sesi konseling, salah satu klien bahkan memberikan cokelat kepada Lya. "Katanya, untuk memperbaiki moodku yang pasti jadi jelek karena lihat dia marah-marah sama pemerintah. Bukan kamu yang bikin mood-ku jelek, Mbak. Inkompetensi pemerintah yang membuatku merasa berada dalam mental state yang sama juga," tulis Lya, dikutip pada Selasa (16/12/2025).
Dalam video lanjutan yang diunggah di akun Instagramnya, Lya mengaku terkejut karena kontennya viral dan banyak warganet yang turut merasakan penderitaan serupa. Untuk itu, ia pun membagikan saran psikologis kepada warganet.
Pertama, ia menekankan bahwa penderitaan kolektif harus ditangani secara kolektif, bukan melalui pendekatan individual. Menurutnya, kemarahan terhadap pemerintah tidak bisa diselesaikan hanya dengan curhat ke psikolog.
Kedua, Lya menyoroti pentingnya pertemuan dan interaksi antarindividu yang merasakan penderitaan kolektif serupa. "Coba saling lihat, saling dengar, dan saling isi hati apa yang dirasakan akhir-akhir ini. Ini akan membuat kita enggak merasa sendiri. Refleksi ini akan membentuk solidaritas yang pada akhirnya memberi kita kekuatan," kata dia.
Lya juga menyarankan agar setiap individu tidak meremehkan diri sendiri. Karena menurutnya, setiap warga negara memiliki peran dan kontribusi untuk menyelamatkan negeri.
"Semua suara, sekecil dan selirih apa pun suara itu, penting untuk disuarakan. Karena kita sebagai warga negara punya peran. Tinggal kalian mau enggak berjejaring dan bekerja sama," ujar Lya.
View this post on Instagram