Jumat 19 Jul 2024 05:08 WIB

Tak Cuma Konsumen, Driver Gojek Juga Bisa Kasih Rating ke Penumpang

Driver akan memberikan rating buruk kepada konsumen untuk beberapa alasan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Pengemudi Gojek mencari penumpang melalui aplikasi (ilustrasi). Tidak hanya driver, penumpang memiliki rating yang diberikan oleh driver dan hanya bisa dilihat oleh sesama driver.
Foto: Republika/Wihdan H
Pengemudi Gojek mencari penumpang melalui aplikasi (ilustrasi). Tidak hanya driver, penumpang memiliki rating yang diberikan oleh driver dan hanya bisa dilihat oleh sesama driver.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selebgram Karin Novilda atau Awkarin baru-baru ini menerima perlakuan tidak menyenangkan dan ancaman dari oknum driver ojek online. Salah satu pemicunya diduga karena driver tidak terima Karin lama merespons dan disebut tidak memberikan tip. Karin menanggapi aksi driver tersebut dengan memberikan rating bintang tiga dan melaporkan sang driver ke Gojek.

Berbicara soal rating, ternyata driver ojek online juga dapat memberikan rating lho untuk konsumen. Salah satu driver Gojek bernama Mohamad Ali mengonfirmasi hal tersebut. Ali yang menjadi mitra Gojek sejak 2015, mengatakan rating untuk konsumen telah lama diberlakukan.

Baca Juga

“Iya memang ada rating juga (konsumen). Mirip seperti rating yang diberikan konsumen buat driver,” kata Moh Ali saat diwawancara Republika.co.id, Kamis (18/7/2024).

Menurut sepengetahuan Ali, rating paling rendah yang diterima konsumen adalah bintang tiga. Ali menjelaskan, driver akan memberikan rating buruk kepada konsumen untuk beberapa alasan.

Alasan pertama, kata Ali, biasanya karena konsumen tidak mencantumkan alamat yang benar dan tidak responsif saat membalas chat driver. Dalam kondisi seperti itu, driver akan dibuat kelimpungan karena harus mencari alamat yang benar.

“Kalau misal alamat tidak sesuai tapi konsumen responsif, balas chat driver, itu ya enggak masalah. Yang bikin kelabakan itu kalau alamat gak sesuai titik dan susah dihubungi. Itu bener-bener ngehambat banget,” kata Ali.

Selain itu, driver juga biasanya akan memberikan rating yang buruk jika konsumen terlalu banyak mengatur. Misalnya saat menerima orderan Goride lalu konsumen mengatur untuk melewati jalan ini dan itu, menurut Ali itu malah membuat driver sulit konsentrasi.

“Kan suka ada yang customer itu ngatur-ngatur jalan, lewat sini aja, situ aja, itu ke kitanya malah pusing,” kata Ali.

Namun demikian, Ali secara pribadi tidak pernah menolak orderan berdasarkan rating customer. “Kalau saya enggak pernah liat rating sih, yaudah rating apapun ditarik aja, yang penting ada orderan,” jelas dia.

Selama 8 tahun lebih menggeluti pekerjaan sebagai driver ojek online, Ali mengatakan dia telah menerima banyak pengalaman baik manis ataupun pahit. Namun bagaimanapun, Ali mengaku sudah tahan banting dan bisa mengendalikan emosinya.

“Gado-gado lah rasanya (campur aduk). Pernah ngalamin pahitnya, ada juga yang seneng-senengnya. Yang penting kalau saya mah nyari duit aja buat anak istri,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, permasalahan Karin dan oknum driver tersebut bermula saat Karin menggunakan layanan Go Food untuk memesan makanan. Namun karena tidak langsung merespons driver saat pesanan sampai, ditambah Karin disebut tidak memberikan tip, driver pun mulai mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada Karin.

Karin yang merasa kaget, akhirnya mengatakan dia akan melaporkan sikap driver tersebut ke Gojek. Karin juga memberikan bintang tiga atas pelayanan dari driver itu. Merasa tidak terima, driver tersebut akhirnya menghubungi Karin kembali dan mengancam Karin.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement