Senin 22 Apr 2024 15:50 WIB

Waspada Gula Darah Naik Setelah Lebaran

Konsumsi berlebihan makanan tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah naik.

Alat pendeteksi kadar gula darah (ilustrasi). Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kenaikan gula darah sesuai Lebaran.
Foto: www.freepik.com
Alat pendeteksi kadar gula darah (ilustrasi). Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kenaikan gula darah sesuai Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kenaikan gula darah sesuai Lebaran. Masyarakat perlu mengecek kesehatan tubuhnya secara rutin.

Berbagai jenis makanan dan hidangan yang tersedia selama perayaan Idul Fitri sering kali membuat kita "terbuai". "Tanpa disadari, mengonsumsi makanan dan minuman yang menyebabkan peningkatan drastis kadar gula darah. Hal ini sangat berbahaya bagi penderita diabetes," ujar edukator diabetes RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak Ns Istafiyana Rahayu di Pontianak, Senin (22/4/2024).

Baca Juga

Ia menjelaskan kadar gula darah tinggi biasanya terjadi saat tubuh kekurangan insulin atau ketika penderita diabetes lupa mengonsumsi obat diabetes setelah makan atau minum yang tinggi gula. "Saat berkumpul dengan keluarga pada hari Lebaran, sering kali kita disuguhi makanan dan minuman yang tinggi lemak atau gula. Konsumsi berlebihan makanan tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah naik pasca-Lebaran," ujarnya.

Dia menyebut, untuk mengontrol kadar gula darah diperlukan kesadaran bagi penderita diabetes untuk membatasi asupan dengan menerapkan perencanaan makan 3J (Tepat Jumlah Kalori, Tepat Jumlah Makanan, dan Tepat Jadwal Makan). "Minuman bersoda sering menjadi favorit selama Lebaran, namun kita harus sadar bahwa minuman tersebut mengandung tinggi gula," ujarnya.

Istafiyana mengatakan satu kaleng atau 350 ml minuman bersoda rata-rata mengandung 39 gram gula atau setara dengan 10 sendok teh gula. Belum lagi, penambahan gula pada kue dan makanan penyerta minuman dapat meningkatkan lebih lanjut kadar gula darah.

"Selain kandungan gula tinggi dalam minuman kemasan, kandungan natrium atau garam juga tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi," ujarnya.

Dia memberikan tips agar penderita diabetes lebih berhati-hati dalam memilih jenis makanan dengan indeks glikemik rendah serta tinggi serat, seperti mengonsumsi sayuran dan buah, serta menghindari makanan olahan seperti kue, biskuit, dan camilan. "Penting untuk membaca label informasi gizi pada makanan atau minuman kemasan agar dapat mengontrol asupan gula serta membatasi penggunaan gula guna mengantisipasi kenaikan kadar gula darah yang tinggi," ucapnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement