Selasa 10 Feb 2026 22:03 WIB

Kemenkes Targetkan 130 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis 2026

Jumlahnya ini lebih tinggi dari target 2025 sebanyak 70 juta orang.

Warga melakukan cek kesehataan gratis (CKG) di Puskesmas Kecamatan Gambir, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2025). Kementerian Kesehatan RI menargetkan 130 juta warga mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026.
Foto: Republika/Thoudy
Warga melakukan cek kesehataan gratis (CKG) di Puskesmas Kecamatan Gambir, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2025). Kementerian Kesehatan RI menargetkan 130 juta warga mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan RI menargetkan 130 juta warga mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026. Jumlahnya ini lebih tinggi dari target 2025 sebanyak 70 juta orang.

“Alhamdulillah di tahun 2025, kami berhasil mencapai target sebanyak 70 juta orang memanfaatkan program prioritas Presiden Prabowo ini,” kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga

Dia mengatakan pada hari ini genap program CKG berumur satu tahun dan evaluasinya ada 70 juta warga Indonesia yang sudah menjalankan program tersebut, di mana 25 juta orang diantaranya merupakan pelajar dari tingkat SD hingga SMA. "Kami bersyukur 70 juta warga Indonesia memanfaatkan program ini," kata dia.

Untuk fokus tahun ini, kata Asnawi, tidak hanya pada pemeriksaan kesehatan saja, akan tetapi lebih kepada tindak lanjut yang akan dilakukan dalam menghadapi temuan tersebut. Dia mencontohkan hasil evaluasi CKG di tingkat pelajar ditemukan masalah kesehatan terbanyak adalah masalah penyakit gigi serta hipertensi. Ke depan hal fokus pada tindak lanjut serta penanganan persoalan yang ditemukan tersebut.

“Kalau hipertensi bagaimana cara pengendalian tekanan darah dan apa yang harus dilakukan. Ini yang akan kami giatkan,” ujar Asnawi.

Sementara untuk seluruh masyarakat ada tiga persoalan yakni masalah hipertensi, gula darah, dan berat badan. Menurut dia jika tiga persoalan ini dapat dikendalikan setelah diketahui dari pemeriksaan kesehatan gratis, maka jumlah penyakit katastropik.

Penyakit katastropik adalah kondisi medis serius, seringkali tidak menular, yang berbiaya tinggi, membutuhkan perawatan intensif jangka panjang, serta berpotensi mengancam jiwa atau menyebabkan kecacatan serius. Contoh utamanya meliputi jantung, kanker, strok, gagal ginjal, sirosis hati, thalasemia, hemofilia, dan leukemia.

Asnawi menyebut beban BPJS yang paling besar saat ini adalah penyakit kardiovaskular jantung, sehingga diharapkan dengan CKG dapat membangun pola hidup sehat agar kasus ini berkurang. “Kami dorong masyarakat dapat ambil bagian setiap tahun ikut program CKG agar menekan penyakit tersebut,” kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement