Sabtu 06 Apr 2024 13:26 WIB

Suka Mabuk Perjalanan Saat Mudik? Coba Trik Sederhana Ini

Mabuk perjalanan sulit dihindari bagi sebagian orang, tapi bisa dikurangi dampaknya.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi mabuk perjalanan. Ini langkah untuk mengurangi mabuk perjalanan.
Foto: Freepik
Ilustrasi mabuk perjalanan. Ini langkah untuk mengurangi mabuk perjalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang mungkin pernah merasakan keluhan mabuk perjalanan ketika sedang mudik. Kabar baiknya, keluhan mabuk perjalanan bisa diringankan dalam hitungan menit dengan sebuah cara sederhana.

Mabuk perjalanan adalah keluhan pusing atau mual yang muncul ketika seseorang sedang melakukan perjalanan dengan mobil, kapal, pesawat, atau kereta. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mabuk perjalanan terjadi ketika otak tidak bisa mengolah informasi yang dikirim oleh mata, telinga, dan tubuh. Akibatnya, timbul konflik pada beragam panca indra ini.

Baca Juga

"Mata Anda melihat satu hal, otot Anda merasakan hal yang lain, dan telinga bagian dalam Anda mendeteksi hal berbeda. Otak Anda tak bisa menangkap semua sinyal yang bercampur tersebut. Oleh karena itu Anda akhirnya merasa pening dan mual," jelas WebMD melalui laman resminya, seperti dikutip pada Jumat (5/4/2024).

Ketika mabuk perjalanan terjadi, seseorang bisa merasakan beragam keluhan. Sebagian di antaranya adalah mual, pening, berkeringat, produksi liur meningkat, penurunan nafsu makan, sakit kepala, dan muntah.

Meski mabuk perjalanan tampaknya sulit dihindari bagi sebagian orang, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan efek atau gejala yang muncul. Bahkan tak jarang, upaya-upaya ini bisa mencegah mabuk perjalanan sepenuhnya.

Ahli farmasi Abbas Kanani dari Chemist Click membagikan empat tips yang bisa membantu meringankan dan mencegah mabuk perjalanan. Berikut ini adalah keempat tips tersebut.

1. Makan berat terlalu banyak selama berkendara

Menyantap makanan berat hingga perut penuh selama melakukan perjalanan panjang bisa membuat perut memicu peningkatan aktivitas lambung dan pencernaan. Kombinasi antara peningkatan aktivitas di pencernaan dengan gerakan dari kendaraan dapat memperberat perasaan mual yang muncul.

"Ketika lambung Anda masih memproses makanan dalam jumlah banyak ketika tubuh Anda bergerak (karena kendaraan), itu akan berkontribusi pada munculnya rasa kembung, tidak nyaman, dan sensasi perut penuh," tukas Kanani.

Bukan berarti orang yang rentan mabuk kendaraan tidak boleh makan sama sekali saat melakukan perjalanan. Orang-orang yang rentan mabuk kendaraan lebih dianjurkan untuk memilih makanan yang ringan atau makanan yang mudah dicerna bila ingin terhindar dari mabuk perjalanan.

2. Manfaatkan obat alami

Bila sulit menghindari makanan berat ketika berkendara, hal lain yang bisa menjadi solusi adalah menggunakan obat alami untuk membantu menenangkan lambung. Salah satu obat alami yang direkomendasikan Kanani adalah jahe.

Jahe bisa efektif meredakan....

 

sumber : WebMD

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement