Selasa 20 Feb 2024 15:22 WIB

Alasan Bullying Menurut Sosiolog: Pembuktian ke Orang Tua atau Gaet Perhatian Lawan Jenis

Anak menjadikan sekolah sebagai ajang unjuk diri.

Rep: Febrian Fachri / Red: Friska Yolandha
Bullying (ilustrasi). Korban bullying diharapkan dapat sembuh dari luka fisik maupun trauma.
Foto: Dok. Freepik
Bullying (ilustrasi). Korban bullying diharapkan dapat sembuh dari luka fisik maupun trauma.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Sosiolog dari Universitas Negeri Padang (UNP), Erianjoni, mengatakan aksi bullying yang diduga salah satu pelakunya adalah anak dari artis dan presenter terkenal, Vincent Rompies, karena anak terpengaruh atau berkeinginan membuktikan diri kepada orang tua. Menurut Erianjoni, menjadi anak dari publik figur, apakah itu artis, pejabat, pengusaha kaya memang memiliki beban untuk dapat sukses seperti orang tuanya. 

"Anak-anak kadang ingin cepat-cepat membuktikan diri kepada orang tua kalau mereka juga bisa seperti orang tuanya. Padahal kesuksesan orang tuanya terjadi karena telah melewati proses yang panjang," kata Erianjoni, Selasa (20/2/2024).

Baca Juga

Erianjoni menyebut hal itu kemungkinan juga melatari kejadian bullying di Binus School, Serpong, Tanggerang Selatan. Di mana aksi bullying dilakukan oleh anggota genk di sekolah tersebut terhadap anggota baru. Ada yang dengan meminta anggota baru membelikan makanan, sampai perlakuan kekerasan dengan memukulkan balok keras dan juga menyulut dengan api rokok. 

Salah satu terduga pelaku disebut-sebut adalah anak dari Vincent Rompies. Beberapa pelaku lain juga merupakan anak pesohor.

"Anak ingin membuktikan bahwa sebagai anak pejabat, anak artis, mereka juga terkenal di kelompoknya. Jadi mereka jadikan sekolah jadi ajang unjuk diri, pertarungan dan pembuktian kepada ortu, kepada keluarga bahwa mereka di lingkungan mereka bukan sembarangan, mereka ditakuti disegani, mendapatkan perhatian," ucap Erianjoni. 

Selain itu, Erianjoni juga melihat aksi bullying di sekolah juga untuk mempertontonkan kepada orang lain kalau dirinya adalah orang yang kuat atau jagoan. Hal ini dilakukan sebagai cara menarik perhatian lawan jenis. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement