Sabtu 17 Feb 2024 21:48 WIB

12 Makanan Ini Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker

Gaya hidup sehat akan menurunkan risiko terkena kanker.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Friska Yolandha
Tomat adalah sumber likopen yang baik. Likopen dapat mengurangi risiko kanker prostat dengan mencegah perkembangan tumor.
Foto: Republika/Prayogi
Tomat adalah sumber likopen yang baik. Likopen dapat mengurangi risiko kanker prostat dengan mencegah perkembangan tumor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum ada pengaturan pola makan yang dapat sepenuhnya menjamin pencegahan kanker. Akan tetapi, memasukkan makanan sehat ke dalam menu harian bisa berkontribusi pada gaya hidup sehat sehingga akan menurunkan risiko terkena kanker. 

Seiring dengan berkembangnya riset soal kanker, hubungan antara pola makan dan upaya penurunan risiko kanker menjadi semakin jelas. Hal itu menawarkan harapan dan pemberdayaan melalui pilihan yang dibuat seseorang tentang apa yang dikonsumsi sehari-hari.

Baca Juga

Dari berbagai hasil riset itu, telah berhasil mengidentifikasi sejumlah makanan yang, jika dikonsumsi secara teratur, dapat memberikan manfaat perlindungan. Berikut 12 makanan yang bisa membantu menurunkan risiko mengidap kanker, dikutip dari laman Knowridge, Sabtu (17/2/2024). 

1. Sayuran berdaun hijau

 

Kangkung, bayam, dan sayuran berdaun hijau lainnya kaya akan antioksidan, serat, dan karotenoid. Komponen-komponen ini membantu melindungi terhadap jenis kanker tertentu dengan menghilangkan agen berbahaya dari tubuh dan meningkatkan sistem imun.

2. Buah beri

Buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberry kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan, terutama vitamin C dan antosianin. Zat-zat tersebut dapat membantu mencegah perkembangan kanker dengan mengurangi peradangan dan kerusakan sel.

3. Tomat

Tomat adalah sumber likopen yang baik. Likopen merupakan salah satu jenis antioksidan yang memberi warna merah pada tomat. Studi menunjukkan bahwa likopen dapat mengurangi risiko kanker prostat dengan mencegah perkembangan tumor.

4....

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement