Rabu 14 Feb 2024 16:00 WIB

Isu Kecurangan Pemilu Bisa Picu Gangguan Mental Peserta Pemilu dan Pendukung Fanatik

Para calon pemimpin diserukan untuk tetap menjaga kestabilan mentalnya.

Warga membawa kotak suara untuk disimpan di salah satu TPS di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2024). Sebanyak 800 kotak suara beserta logistik lainnya didistribusikan untuk 200 tempat pemungutan suara (TPS) di 19 RW wilayah Srengseng Sawah.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga membawa kotak suara untuk disimpan di salah satu TPS di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2024). Sebanyak 800 kotak suara beserta logistik lainnya didistribusikan untuk 200 tempat pemungutan suara (TPS) di 19 RW wilayah Srengseng Sawah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Isu kecurangan tentang Pemilihan Umum dapat memicu gangguan mental, baik bagi peserta Pemilu maupun masyarakat pendukung secara umum. Semua pun diingatkan untuk bisa mengelola emosi.

"Tentu saja kalo ada isu mengenai kecurangan itu, kalau untuk bisa menerima, karena berarti dia merasa seharusnya dia menang seperti itu," kata dokter spesialis kedokteran jiwa Ashwin Kandouw melalui webinar yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (13/2/2024).

Baca Juga

Gangguan mental yang dimaksud, misalnya, kecemasan berlebihan. Dokter Ashwin menuturkan gangguan mental tidak hanya dapat terjadi pada para calon pemimpin, tetapi juga pendukung salah satu pasangan calon jika dia fanatik atau mengeluarkan usaha lebih untuk mendukung pilihannya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement