Kamis 25 Jan 2024 10:17 WIB

Boikot Fans K-Pop Targetkan 4 Agensi Besar, Idol Diharapkan Tergerak Dukung Palestina

Agensi Korea yang jadi sasaran boikot fans K-pop yakni SM, Hybe, YG, dan JYP.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Fans K-pop (ilustrasi). Aksi solidaritas dari fans K-pop untuk mendukung Palestina dengan menyasar 4 agensi besar Korea tuai pujian.
Foto: AP Photo/Korea Pool
Fans K-pop (ilustrasi). Aksi solidaritas dari fans K-pop untuk mendukung Palestina dengan menyasar 4 agensi besar Korea tuai pujian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gerakan #StrikeAgainstThe4 masih akan berlangsung hingga Ahad (28/1/2024). Ini merupakan gerakan dari fans K-pop sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Pengamat musik, Buddy Ace, mengatakan gerakan ini akan memengaruhi opini dukungan terhadap Palestina. “Ini kalau dilakukan terus menerus bisa jadi akan memengaruhi opini. Buat saya, hebat banget kalau sampai akhirnya, pertama, Si Big 4 ini sampai menghentikan dukungannya (terhadap zionisme-Redaksi), lalu ikut bergabung bersama K-popers menyuarakan Palestina,” ucap Buddy saat dihubungi Republika, Rabu (24/1/2024). 

Baca Juga

Lebih besar lagi, gerakan fans K-pop yang mungkin memengaruhi idolanya, ini bisa membuat Israel menghentikan invasinya. Bagaimana pun, di Indonesia, opini itu sudah terbentuk dan suatu saat bisa berubah menjadi aksi nyata.

“Saya lihat di Jakarta, belum ada reaksi sampai sana, tapi opininya sudah. Kan awalnya dari opini, setelah opini akan ada gelombang berikutnya, semakin banyak opini akan terjadi sebuah aksi nyata. Misalnya, tiba-tiba K-popers Indonesia kumpul di suatu tempat seperti Monas, itu akan memengaruhi gelombang protes,” kata Buddy.

Dia melihat ini merupakan sebuah gerakan budaya pop dan sudah sangat berhasil membentuk opini itu sendiri. Hasilnya, perhatian seluruh dunia sudah mengarah pada protes fans K-pop terhadap empat perusahaan agensi besar K-pop seperti SM, YG, JYP, dan Hybe. 

Gerakan #StrikeAgainstThe4 juga telah menjadi trending topic X sejak hari pertama dilancarkan. Buddy melihat ini bisa menjadi bola salju cukup besar bagi industri musik K-pop yang sedang digandrungi penikmat musik dunia.

Dunia hanya tinggal menyaksikan, apakah setelah gerakan yang menargetkan agensi Big 4 ini bisa meruntuhkan bisnis mereka dan membuat mereka berpikir. Apalagi sampai orang-orang tidak mau lagi menonton konser-konser dari empat agensi tersebut. 

“Ini kan agensi yang bergerak dengan kebudayaan, tidak ada hubungannya dengan politik. Seharusnya, mereka menghindari upaya untuk memberikan dukungan pada Israel, apalagi yang didukung adalah negara yang dikecam dunia,” ucap Buddy.

Gerakan ini juga diharapkan membuat idola K-pop bisa tergerak membuat semacam konser besar seperti Live Aid, sebuah konser yang dibuat atas nama kemanusiaan. Konser ini menyoroti kelaparan di Afrika, mengumpulkan jutaan penonton di seluruh dunia untuk memberikan sumbangannya, dan menyaksikan konser yang ditayangkan di televisi.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement