Senin 15 Jan 2024 19:10 WIB

Empat Jenis Suplemen yang Perlu Dihindari, Berdampak Buruk Jika Rutin Diminum

Kandungan vitamin dan mineral dalam suplemen umumnya dosisnya lebih tinggi.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Vitamin (ilustrasi). Kandungan vitamin dan mineral dalam suplemen lebih tinggi daripada yang bisa didapat dari makanan alami.
Foto: www.piqsels.com
Vitamin (ilustrasi). Kandungan vitamin dan mineral dalam suplemen lebih tinggi daripada yang bisa didapat dari makanan alami.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suplemen biasanya dikonsumsi untuk melengkapi kekurangan asupan vitamin dan mineral dari makanan sehari-hari hingga untuk mencegah penyakit. Namun, ada empat jenis suplemen yang justru berpotensi membawa dampak buruk bila dikonsumsi secara rutin.

"Keempat suplemen ini sebaiknya tak Anda konsumsi karena (suplemen-suplemen) tersebut sebenarnya berbahaya," ujar dr Charles MD melalui akun TikTok pribadinya, seperti dilansir Express pada Senin (15/1/2024).

Baca Juga

Berbeda dengan makanan, kandungan vitamin dan mineral di dalam suplemen umumnya memiliki dosis yang jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, konsumsi suplemen yang tidak perlu bisa menyebabkan asupan vitamin dan mineral yang berlebih.

Beberapa jenis vitamin dan mineral bisa membahayakan kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, dr Charles mengimbau agar orang-orang menghindari empat jenis suplemen vitamin dan mineral berikut ini.

 

Vitamin A

Asupan vitamin A sebenarnya memegang peranan penting dalam memelihara kesehatan penglihatan, pertumbuhan, reproduksi, dan imunitas. Selain itu, vitamin A juga kaya antioksidan yang dapat membantu melawan penyakit seperti penyakit jantung dan kanker.

Namun, bila dikonsumsi secara berlebih, seperti dari suplemen berdosis tinggi, vitamin A bisa menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan pada hati. Bahkan, bila dikombinasikan dengan obat tertentu, vitamin A dosis tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit hati.

Mayo Clinic mengungkapkan, konsumsi vitamin A lebih dari 200 ribu mcg bisa menimbulkan sejumlah keluhan, seperti mual, muntah, vertigo, serta pandangan rabun. Dalam jangka panjang, konsumsi vitamin A berlebih juga dapat menyebabkan masalah seperti penipisan tulang dan kecacatan pada janin.

Vitamin E

Banyak orang menggemari suplemen vitamin E karena efek antioksidannya. Padahal, asupan vitamin E yang berlebihan kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, menurut dr Charles. Hal ini telah diperkuat dengan sejumlah studi yang menemukan kaitan antara suplementasi vitamin E dengan kanker.

"Vitamin E bisa memengaruhi perkembangan kanker melalui sejumlah mekanisme," ujar Committee on Carcinogenicity (COC) dalam sebuah laporan pada 2015.

Sebuah studi juga secara spesifik mengungkapkan bahwa vitamin E dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Akan tetapi, COC menilai bukti ilmiah yang tersedia saat ini belum mengindikasikan bahwa suplementasi vitamin E bisa meningkatkan risiko kanker prostat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement