Kamis 04 Jan 2024 12:09 WIB

Agar Anak Semangat Kembali ke Sekolah Setelah Libur Panjang, Ini yang Perlu Dilakukan Ortu

Orang tua bisa membantu transisi anak sekolah setelah libur panjang secara bertahap.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Anak kembali sekolah setelah libur panjang (ilustrasi). Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar anak semangat kembali ke sekolah setelah libur panjang.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Anak kembali sekolah setelah libur panjang (ilustrasi). Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar anak semangat kembali ke sekolah setelah libur panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen kembali ke sekolah bisa menjadi tantangan bagi anak maupun orang tua setelah libur panjang. Saat libur panjang, boleh jadi anak merasakan waktu lebih santai, seperti tida berangkat sekolah saat pagi hari, atau karena senang bisa bertamasya dengan keluarga.

Terapis keluarga dan pernikahan berlisensi di Thriveworks, Barbar Thomas, mengatakan orang tua dapat membantu transisi anak dengan secara bertahap melakukan rutinitas sekolah dan beralih dari mode liburan. Pertama, Thomas menekankan pentingnya menciptakan rutinitas yang konsisten.

Baca Juga

“Buatlah jadwal yang secara bertahap disesuaikan dengan waktu bangun yang lebih selaras dengan jam sekolah," kata dia, seperti dilansir dari Thriveworks, Kamis (4/1/2024).

Kedua, bantu anak tetap pada jalurnya sepanjang hari, misalnya mengatur hari-hari mereka berdasarkan beberapa aktivitas yang membantu mempertahankan perhatian dan fokus anak. Selain itu, beri anak kesempatan untuk menikmati liburan mereka. Ingatlah untuk membiarkan mereka menikmati waktu musim liburan dan berikan hitungan mundur yang mungkin berguna bagi anak untuk membayangkan kapan waktu akan kembali sekolah.

 

Membantu mereka bersiap untuk kembali ke sekolah. Buatlah daftar perlengkapan sekolah dan jadikan belanja kembali ke sekolah sebagai bagian dari rutinitas.

Konselor profesional berlisensi (LPC) di Thriveworks, Evan Csir, juga memiliki beberapa tips untuk orang tua terkait transisi kembali ke sekolah untuk anak-anak dan remaja. Menurut Csir, orang tua disarankan untuk memulai langkah berikut:

1. Menerapkan rutinitas waktu tidur anak setidaknya satu pekan sebelum sekolah dimulai

“Sebagai orang dewasa, kita mengandalkan tidur yang nyenyak untuk membantu kita sukses keesokan harinya. Hal yang sama juga berlaku pada anak-anak. Ini berarti memberi tahu anak Anda tentang perubahan tersebut dan memberi tahu mereka setiap malam saat transisi tersebut dimulai," kata dia.

2. Mengajukan pertanyaan kepada anak tentang kekhawatiran mereka

Tanyakan kepada anak apakah mereka khawatir tentang pertemanan, atau bagaimana makan siangnya? Tanyakan kelas apa yang mereka nantikan, siapa yang ingin mereka temui lagi seperti teman sekelas dan/atau guru favorit. Kemudian pihak yang harus mereka datangi ketika mendapat masalah, dan cara-cara potensial untuk menyelesaikan masalah mereka.

3. Memanfaatkan dukungan yang ditawarkan sekolah

Beberapa sekolah lebih bersedia memberikan tur individu dan memperkenalkan keluarga kepada gurunya. Sekolah lain menawarkan open house. Csir menegaskan bahwa secara umum, semakin banyak informasi yang diberikan kepada anak cenderung mengurangi kecemasan bersekolah.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang anak untuk menyesuaikan diri untuk kembali ke sekolah? Memahami transisi anak kembali ke sekolah sangat penting ketika orang tua dan pendidik mempersiapkan diri untuk tahun ajaran mendatang. 

Seseorang bisa membayangkan tentang kembali bekerja setelah liburan dan berapa lama transisi kembali tersebut dapat membawa diri sebagai orang dewasa. Thomas menyimpulkan, setelah liburan, anak-anak mungkin memerlukan beberapa bulan untuk kembali ke ritme dan rutinitas kelas baru mereka dan menyesuaikan diri dengan perubahan ini.

Bertransisi kembali ke kelas setelah liburan tidak selalu mudah. Thomas memaparkan beberapa tanda paling umum bahwa seorang anak mungkin tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik saat kembali ke sekolah. Tanda-tanda tersebut antara lain:

-Sifat lekas marah

-Tertekan

-Suasana hati yang buruk

-Keterampilan sosialisasi yang buruk

-Kurangnya minat pada waktu bersama

-Anak mengungkap kekhawatirannya mengenai kembalinya mereka ke sekolah

-Tanda lainnya adalah adanya laporan dari guru mereka yang melaporkan kesulitan 

Csir menganjurkan agar orang tua tetap menyadari hal berikut:

-Bagaimana anak merespons sekolah: Apakah mereka berjuang lebih keras dari biasanya untuk bangun dan pergi ke sekolah, atau mereka merasa buruk pada hari sekolah bahkan sebelum sekolah dimulai?

1Masalah perilaku: Apakah mereka agresif secara fisik atau verbal terhadap teman sebayanya? Anak tidak punya teman atau mengalami perundungan, rentang perhatian dan kemampuan mereka untuk fokus pada tugas lebih pendek dari biasanya, serta anak kesulitan mengatur diri sendiri karena mereka mungkin mengamuk atau menangis selama hari sekolah.

“Beberapa anak, seperti kebanyakan orang dewasa, memerlukan waktu senggang untuk melakukan transisi dan melakukan dekompresi. Jika mereka lebih mudah tersinggung dari biasanya di rumah, biasanya merupakan tanda untuk mencari bantuan," ujarnya.

Kapan harus mempertimbangkan untuk mendapatkan bantuan profesional? Csir menyatakan masalah perilaku dan prestasi akademis yang buruk sering kali merupakan tanda bahwa bantuan profesional mungkin diperlukan dalam membantu transisi anak kembali ke kelas setelah liburan yang panjang. Sementara itu menurut Thomas, dapatkan bantuan ketika anak terus mengalami kesulitan di sekolah selama lebih dari beberapa bulan pertama.

Dia mengatakan, anak mungkin menunjukkan tanda-tanda reaktivitas emosional dan kurangnya regulasi emosi atau kesulitan bersosialisasi dengan teman-temannya. Tanyakan kepada anak tentang masalah kesehatan mental ini dan bersikaplah terbuka kepada mereka jika mereka menyuarakan perasaan dan kekhawatirannya tentang sekolah. Guru juga merupakan sumber yang bagus untuk melihat apakah perilaku ini terjadi di luar rumah dan selama jam sekolah.

Kesimpulannya, transisi kembali ke sekolah dapat menjadi perjalanan yang rumit bagi anak-anak. Dengan kesabaran, komunikasi, dan dukungan, orang tua dapat membimbing anak-anak mereka melalui periode penyesuaian ini, memastikan awal tahun ajaran yang lebih lancar. Jika tanda-tanda kesulitan masih ada, segera mencari bantuan profesional melalui terapi anak atau remaja agar memberikan panduan yang diperlukan baik bagi orang tua maupun anak-anak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement