Jumat 22 Dec 2023 17:31 WIB

Pemasaran Susu Formula Jadi Tantangan Turunkan Stunting dan Kampanye Pemberian ASI

Kode tentang Pemasaran Produk Pengganti ASI perlu diperkuat.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Ibu memegang botol air susu ibu (ASI) dan alat pemerah ASI. Promosi susu formula menghambat kampanye pemberian ASI.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Ibu memegang botol air susu ibu (ASI) dan alat pemerah ASI. Promosi susu formula menghambat kampanye pemberian ASI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri PelanggaranKode.org, Irma Hidayana menyampaikan keprihatinan terkait meningkatnya tantangan dalam mempromosikan menyusui dan melawan pengaruh besar industri susu formula. Irma menyoroti perlunya melindungi kebijakan pemberian ASI (Air Susu Ibu) dan memperkuat Kode tentang Pemasaran Produk Pengganti ASI sebagai landasan global.

Irma menjelaskan bahwa mendukung Kementerian Kesehatan dalam upaya pencegahan stunting menjadi fokus utama. Menurutnya, studi ilmiah lapangan menunjukkan korelasi positif antara peningkatan angka menyusui dan penurunan angka stunting.

Baca Juga

"Kalau kita berhasil meningkatkan atau angka menyusui itu, niscaya angka stunting itu bisa dicegah gitu, kurang lebih seperti itu," kata Irma dalam webinar Melindungi Ibu dan Anak dari Promosi Susu Formula yang Agresif, Kamis (21/12/2023).

Meskipun ada upaya seperti promosi dan edukasi menyusui, Irma menekankan adanya tantangan besar yang disebabkan oleh pengaruh industri susu formula. Kode Internasional tentang Pemasaran Produk Pengganti ASI menjadi pedoman dalam memastikan etika pemasaran produk-produk tersebut.

Irma menjelaskan bahwa meskipun penjualan boleh dilakukan, tapi memasarkan, mengiklankan, dan mempromosikan produk susu formula secara etis dilarang oleh kode ini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement