Jumat 22 Dec 2023 17:11 WIB

Vin Diesel Dituntut atas Dugaan Kekerasan Seksual Semasa Syuting Fast Five

Dugaan kekerasan seksual terjadi saat produksi film Fast Five.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Vin Diesel terjerat kasus dugaan kekerasan seksual terhadap mantan asistennya saat syuting film Fast Five.
Foto: AP Photo/Thibault Camus
Vin Diesel terjerat kasus dugaan kekerasan seksual terhadap mantan asistennya saat syuting film Fast Five.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan asisten Vin Diesel, Asta Jonasson, menuntut sang aktor atas dugaan tindak kekerasan seksual. Jonasson juga mengungkapkan bahwa dirinya dipecat secara sepihak, tak lama setelah insiden tersebut terjadi.

Menurut Jonasson, kekerasan seksual yang dilakukan oleh Diesel terjadi mereka sedang terlibat dalam produksi film Fast Five. Dalam klaimnya, Jonasson mengungkapkan bahwa Diesel secara paksa merengkuh tubuhnya serta menciumnya saat mereka berada dalam sebuah suite hotel di Atlanta.

Baca Juga

"Vin Diesel mengabaikan penolakan yang jelas dari Jonasson terhadap kekerasan seksual yang dia lakukan," ungkap pihak Jonasson dalam tuntutan yang mereka ajukan, seperti dilansir FoxNews pada Jumat (22/12/23).

Tak lama setelah kejadian tersebut, Jonasson mendapatkan perlakuan diskriminatif dari Diesel, saudara perempuan Diesel yaitu Samantha Vincent, serta One Race Productions. Jonasson juga secara sepihak diberhentikan dari pekerjaannya setelah tindak kekerasan seksual tersebut terjadi.

One Race Production merupakan perusahaan yang mempekerjakan Jonasson sejak September 2010 untuk menjadi asisten Diesel. Ironisnya, film Fast Five merupakan tugas pertama yang diberikan kepada Jonasson sebagai asisten Diesel. kala itu, Jonasson bertugas untuk mengorganisir pesta hingga katering untuk Diesel.

Selama bertugas, Jonasson diwajibkan untuk selalu berada di dekat Diesel ketika sang aktor sedang menghadiri pesta tanpa kekasihnya. Tujuannya adalah untuk menghalangi agar sang aktor tidak terfoto bersama perempuan lain secara candid.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement