Jumat 08 Dec 2023 23:26 WIB

Melly Goeslaw Duet dengan Nike Ardilla Pakai Teknologi Deep Fake, Seperti Apa Prosesnya?

Melly Goeslaw menggunakan teknologi AI bernama Deep Fake.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Melly Goeslaw dan Nike Ardilla berkolaborasi lewat lagu baru berjudu; Bertemu Kembali. Lagu ini dihasilkan melalui teknologi AI bernama Deep Fake.
Foto: Dok. Musica Studio
Melly Goeslaw dan Nike Ardilla berkolaborasi lewat lagu baru berjudu; Bertemu Kembali. Lagu ini dihasilkan melalui teknologi AI bernama Deep Fake.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Melly Goeslaw memanfaatkan kecanggihan kecerdasan buatan (AI) untuk bisa berduet dengan almarhumah Nike Ardilla. Melly dan Nike merilis lagu berjudul “Bertemu Kembali” yang menceritakan tentang kondisi perpisahan yang diyakini hanya sementara dan tidak bersifat abadi.

Sosok Nike Ardilla yang melegenda seolah "dihidupkan" dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi AI bernama Deep Fake. Teknologi ini merupakan terobosan di industri musik yang menggunakan kecerdasan buatan, untuk membuat audio visual terlihat sangat nyata.

Baca Juga

“Bersyukur banget karena semua sudah diatur oleh Allah SWT, dengan hadirnya teknologi yang canggih sekarang, akhirnya kolaborasi ini bisa terjadi,” ungkap Melly dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/12/2023).

Lagu “Bertemu Kembali” sebenarnya merupakan cerita di antara mereka dahulu jika suatu saat mereka hendak menikah, mereka akan menggelar resepsi berbarengan. “Tapi setelah saya akhirnya bertemu dengan jodoh saya, Nike malah pergi duluan dan angan-angan kami di masa lalu tidak pernah menjadi kenyataan,” kata Melly.

 

Awal mula ide perilisan mahakarya terbaru ini diinisiasi terlebih dahulu oleh Melly Goeslaw dan merupakan mimpi besarnya sejak lama untuk berkolaborasi dengan Nike, sahabatnya. Setelah menyatakan niat baiknya kepada Produser Musica Studio, Indrawati Widjaja yang akrab disapa Acin ini, akhirnya Melly mendapat dukungan penuh dan sambutan baik dari pihak label.

Menceritakan tentang proses kreatif pembuatan lagu “Bertemu Kembali”, Melly bertutur ia menghabiskan waktu total selama tiga bulan. Dimulai dari proses pembuatan lagu dan rekaman yang memakan waktu masing-masing satu hari, hingga ke tahap pembuatan video musiknya.

Produser musik “Bertemu Kembali”, Dimas Wibisana, menceritakan bagaimana proses pemisahan suara Nike pada lagu aslinya. Dimas menegaskan bahwa seluruh lagu ini merupakan suara asli Nike, yang disesuaikan dengan lagu. 

“Dipisahkan pakai AI dulu dari masternya. Karena masternya ini dari tahun 1990-an, freskuensinya masih banyak yang lompat. Jadi kami pisahin satu-satu, rapihin satu-satu yang lompat, sampai akhirnya vokal bisa jadi sendiri. Lalu cari temponya dari lagu yang dulu, karena temponya lari-lari, jadi kita edit,” ujar Dimas.

Melly mengatakan, hal ini juga bisa menjadi terobosan bagi musisi lainnya yang ingin berduet dengan penyanyi legendaris yang telah tiada. “Mixing-nya juga sulit, tapi ini suaranya asli, diambil dari master yang dulu. Yang AI hanya video musiknya,” kata dia. 

Dalam proses pembuatan musik video, Melly juga merasakan emosional dalam perjalanannya menuju lokasi shooting. “Saat bagian stand-in nya Nike di belakang aku, yang ceritanya ada ombak gitu, aku ngerasa merinding, bukan dalam arti kata magis, tapi lebih seperti, andaikan hal ini terjadi beneran berdua sama Nike, bukan hanya sekedar stand-in,” ujar Melly.

Sutradara video klip “Bertemu Kembali”, Sutedja Khoa mengatakan, ia sempat kebingungan di awal ketika menerima projek ini. Namun ketika dijalani, ia mengaku merasa dimudahkan apalagi dengan perangkat teknologi saat ini yang sudah canggih.

“Perkembangan teknologi cepat banget, setiap menit detik, menit, ada aja perkembangannya. Dulu kita merangkak, hari ini kita berjalan, mungkin di depan kita udah bisa berlari. Saat itu sudah sangat dipermudah dengan perkembangan yang ada, tidak perlu peralatan khusus untuk visual di video klip ini,” ujar Sutedja.

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement