Senin 04 Dec 2023 19:14 WIB

Gamers to Gamers Festival 2023 Ingin Empas Stigma Negatif Main Games

Saat ini, developer game lokal sudah menjamur.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Co-Founder The Lazy Media Group, Rivaldo Santosa, dan Creative Director Creativeintel MahakaX, Kenny Gunawan (tengah), dalam media gathering Gamers to Gamers Festival 2023 di Jakarta, Senin (4/12/2023).
Foto: Dok. Republika/Rahma Sulistya
Co-Founder The Lazy Media Group, Rivaldo Santosa, dan Creative Director Creativeintel MahakaX, Kenny Gunawan (tengah), dalam media gathering Gamers to Gamers Festival 2023 di Jakarta, Senin (4/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gamers to Gamers Festival (G2G) ingin menyampaikan pesan bahwa bermain games juga bisa memberikan nilai positif. Dihelat pada 9 hingga 10 Desember 2023, G2G Festival hendak menunjukkan bahwa nilai-nilai positif juga bisa hadir dalam sebuah games, apalagi game developer lokal juga sudah semakin menjamur.

Creative Director Creativeintel MahakaX, Kenny Gunawan, menceritakan bagaimana pada era 1990-an, para gamers kerap dianggap orang aneh. “Padahal nggak segitunya loh,” kata dia dalam media gathering Gamers to Gamers (G2G) Festival 2023 di Jakarta, Senin (4/12/2023).

Baca Juga

Dahulu, games di Indonesia masih sangat minim. Hal itu membuat para gamers yang jago, memilih bekerja di developer luar negeri. Namun sekarang, industri games sudah sangat jauh berbeda ditambah dengan menjamurnya game developer lokal.

“Makanya kami bikin acara G2G ini, karena kami melihat potensinya, bahwa game developer bisa lebih berani. Kami siapin wadahnya, makanya kami pilih tema ‘Jepang’ karena lebih real,” kata Kenny.

 

Pada perhelatan pertama G2G Festival pada 2022, mengusung tema abad pertengahan "Medieval". Untuk penyelenggaraan tahun kedua ini G2G Festival membawakan tema Jepang yakni "Japan District". G2G Festival 2023 akan memberikan pengalaman yang tidak terlupakan seperti berada di game bertemakan kota Jepang.

Pengunjung akan memahami bahwa games memberikan nilai positif seperti dalam permainan Yakuza. Mungkin Yakuza dianggap negatif di negaranya, namun di balik itu, games ini memberikan pesan pertemanan dan loyalitas. “Sebenarnya kalau kita ngomongin value, banyak juga kok yang bisa kita ambil. Tapi gimana caranya kita bisa nge-stract nilai positif itu,” ucap dia.

G2G Festival 2023 yang berlangsung di Chubb Square Thamrin Nine Jakarta akan menghadirkan 23 game developer lokal, dengan masing-masing booth akan menawarkan tantangan. Salah satu yang menarik adalah hadirnya marketplace, di mana para pengunjung bisa mendapatkan ribuan hadiah gratis dari para sponsor serta game developer lokal juga internasional.

Hadiah tersebut bisa didapatkan dengan mengikuti beragam quest yang tersedia di berbagai macam booth di G2G Festival 2023. Total hadiahnya mencapai 3.000 jenis dan hadiah utamanya adalah laptop senilai Rp 35 juta. 

The Lazy Monday selaku penyelenggara acara, juga meningkatkan skala acaranya dengan meningkatkan kapasitas peserta yang datang. Lalu menambahkan barang game yang bisa didapatkan dari quest. Para game developer juga dijamin akan membawakam konten-konten paling baru yang diluncurkan pada G2G Festival 2023 saja.

“Kalau bicara game lokal sudah banyak, bahwa sisi kapabilitas dan kualitas itu sudah banyak yang mumpuni. Melalui event ini, kami ingin ambil bagian untuk support pertumbuhan itu, karena intellectual property (IP) itu nggak ada batasnya,” ucap CEO MahakaX, Farash Farich, dalam kesempatan yang sama.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement