Jumat 01 Dec 2023 18:57 WIB

Kiki Fatmala Berjuang Melawan Kanker Paru Sebelum Wafat, Seperti Apa Gejalanya?

Kanker paru sering kali baru terdiagnosis di stadium lanjut.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Friska Yolandha
Kanker Paru
Foto: Republika
Kanker Paru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepergian aktris Kiki Fatmala menyisakan duka mendalam di industri hiburan Tanah Air. Aktris legendaris tersebut sempat berjuang melawan kanker paru selama dua tahun sebelum menutup usia di umur 56 tahun.

Kanker paru merupakan jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sekitar 85 persen dari semua kasus paru-paru dipicu oleh kebiasaan merokok.

Baca Juga

"Kanker paru sering kali baru terdiagnosis di stadium lanjut, ketika opsi pengobatannya sudah terbatas," jelas WHO, seperti dikutip oleh Republika.co.id pada Jumat (1/12/2023).

Menurut peneliti Peter M Ellis dan Rachel Vandermeer dalam Journal of Thoracic Disease, hanya ada sekitar 20-30 persen pasien kanker paru yang datang dalam kondisi bisa diberikan terapi pembedahan dan masih dalam stadium awal. Sebagian besar pasien kanker paru umumnya datang ke dokter dalam kondisi stadium III atau dalam kondisi metastasis (sel kanker menyebar ke organ lain).

 

"Waktu rata-rata dari kemunculan gejala pertama hingga dimulainya terapi adalah sekitar enam bulan," ungkap Ellis dan Vandermeer, seperti dikutip dari laman resmi National Center for Biotechnology Information (NCBI).

Ellis dan Vandermeer mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang membuat kanker paru sering kali terlambat terdiagnosis adalah gejalanya. Keduanya mengungkapkan bahwa gejala-gejala kanker paru memiliki kemiripan dengan beberapa penyakit pernapasan kronis lain, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Hal serupa juga diungkapkan oleh WHO. Menurut WHO, gejala kanker paru pada stadium awal relatif ringan dan kerap dianggap sebagai gejala dari penyakit pernapasan lain. 

Berikut ini adalah beberapa gejala kanker paru yang paling umum.

Batuk yang tak kunjung sembuh

Nyeri dada

Sesak napas

Batuk berdarah

Lelah

Penurunan berat badan tanpa sebab

Infeksi paru yang kambuh berulang

Terapi pengobatan untuk kanker paru akan sangat bergantung pada jenis kanker paru yang diidap pasien, seberapa berat kondisinya, tingkat penyebarannya, hingga riwayat kesehatan pasien itu sendiri. Namun semakin cepat kanker paru didiagnosis dan diobati, semakin baik pula hasil pengobatan yang bisa dirasakan oleh pasien.

Secara umum, WHO mengungkapkan bahwa ada lima modalitas terapi yang bisa diberikan kepada pasien kanker paru. Modalitas terapi tersebut adalah pembedahan, radioterapi (radiasi), kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi.

Pembedahan sering kali dilakukan....

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement