Rabu 15 Nov 2023 04:25 WIB

Hari Pneumonia Sedunia, Dokter Ingatkan Pentingnya Vaksinasi PCV

Vaksinasi PCV13 termasuk dalam rekomendasi imunisasi dewasa yang direkomendasikan.

Rep: Santi Sopia/ Red: Gita Amanda
Hari Pneumonia Sedunia, para ahli mengingatkan pentinganya vaksinasi PCV. (ilustrasi)
Foto: Republika
Hari Pneumonia Sedunia, para ahli mengingatkan pentinganya vaksinasi PCV. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Pneumoni Sedunia diperingati setiap 12 November. Untuk memperingati Hari Pneumonia Sedunia, para ahli mengingatkan pentingnya vaksinasi PCV.

Pneumonia sebagai salah satu penyakit invasif yang menyerang paru-paru memiliki konsekuensi jangka panjang bagi penderitanya. Hal itu termasuk menurunnya fungsi kognitif, komplikasi atau kerusakan organ dalam lainnya, dan kerusakan paru.

Baca Juga

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Dirga Sakti Rambe, mengatakan pneumonia adalah penyakit yang serius dan dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, penting untuk menjalani gaya hidup sehat agar imunitas kita selalu terjaga. 

“Kabar baiknya, penyakit yang disebabkan bakteri tersebut dapat dicegah melalui vaksinasi pneumococcal conjugate vaccines atau PCV,” kata dia, dikutip Selasa (14/11/2023).

Vaksinasi PCV13 termasuk dalam rekomendasi imunisasi dewasa oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) guna melindungi masyarakat Indonesia dari Pneumonia. Orang dewasa termasuk lansia, hanya perlu satu kali vaksinasi seumur hidup. Bila sedang sakit, jangan lupa memakai masker, supaya tidak menularkan ke orang lain.”   

Penderita Pneumonia di Jabodetabek pada usia produktif sendiri mencapai angka 26 persen, sedangkan balita 51 persen. Hal ini menunjukkan bahwa anak dan orang dewasa memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap Pneumonia. Pneumonia bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. 

Bakteri Streptococcus pneumoniae adalah bakteri yang menyerang saluran napas dan menyebabkan pneumonia. Penyakit ini terbentuk dari infeksi akut dari daerah saluran pernapasan bagian bawah secara spesifik mempengaruhi paru-paru dan menyebabkan area tersebut dipenuhi oleh cairan, lendir atau nanah. Kondisi ini bisa membuat penderita mengalami batuk, sesak napas, hingga nyeri di dada pada saat batuk.

Tidak bisa dianggap enteng, pneumonia saat ini masih menjadi salah satu penyebab kematian yang menempati nomor lima di dunia. Di Indonesia sendiri, terdapat 28 kematian per 100 ribu penduduk setiap tahunnya.

Sampai dengan hari ini, Pneumonia sering kali dikaitkan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Sebagian besar di antara kasus terkonfirmasi adalah orang dewasa usia 45-65 tahun (18 persen) dan anak-anak usia 0-4 tahun (14.4 persen).

"Dengan kejadian Pneumonia yang masih tinggi di Indonesia yang menyerang anak-anak maupun orang dewasa, Pfizer Indonesia berkomitmen mendorong dan mengajak masyarakat bersama-sama melakukan tindakan nyata dalam aksi pencegahan penyakit Pneumonia,” ujar Nora T Siagian, Presiden Direktur Pfizer Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement