Selasa 14 Nov 2023 12:03 WIB

Gejala Varian Baru Covid-19
: Lidah Covid, Apa Itu?

Varian baru Covid-19 bisa memunculkan gejala lidah Covid pada sebagian orang.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Lidah Covid (ilustrasi). Gejala dari bisa memunculkan gejala lidah Covid pada sebagian orang.
Foto: www.freepik.com
Lidah Covid (ilustrasi). Gejala dari bisa memunculkan gejala lidah Covid pada sebagian orang.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Varian-varian baru Covid-19, seperti HV.1 dan JN.1 bisa memunculkan gejala lidah Covid pada sebagian orang. Banyak dari pasien Covid-19 yang mengalami gejala ini mengungkapkan bahwa tampilan lidah mereka terlihat tidak normal.



Baca Juga

Lidah Covid merupakan kondisi membengkak atau meradangnya lidah pada penderita Covid-19. Gejala ini sebenarnya tak hanya bisa disebabkan oleh varian baru Covid-19, tetapi semua varian Covid-19.

 "Varian apa pun dari virus (SARS-CoV-2) memiliki potensi untuk memicu terjadinya lidah Covid, mengingat tiap individu merespons virus ini secara berbeda," ujar dr Johannes Uys dari Broadgate General Practice, seperti dilansir Express pada Senin (13/11/23).



Sebagian orang yang mengalami lidah Covid-19 menyatakan bahwa lidah mereka tampak lebih putih atau lebih tidak rata dibandingkan biasanya. Ada pula yang menyatakan bahwa lidah mereka justru tampak merah dan terasa seperti terbakar.



 

"Banyak yang kehilangan indera perasa dan mengalami semacam kebas (di lidah)," kata dr Uys.



Terkadang, benjolan atau sariawan juga bisa muncul pada lidah orang yang mengalami lidah Covid-19. Kemunculan sariawan ini biasanya perlu ditangani dengan obat-obatan agar membaik.



Meningkatnya keluhan pada lidah penderita Covid-19 juga diungkapkan oleh Zoe Covid Study App. Mereka mengungkapkan bahwa belakangan ini ada cukup banyak pasien Covid-19 yang menyatakan bahwa lidah mereka tampak tidak normal.



Menurut dr Uys, ada beberapa faktor yang dapat membuat sebagian penderita Covid-19 mengalami lidah Covid. Salah satu di antaranya adalah respons imun mereka terhadap virus SARS-CoV-2.



Faktor lainnya, kemunculan lidah Covid mungkin dipengaruhi oleh besarnya jumlah reseptor ACE pada mulut penderita. Gejala lidah Covid muncul karena jumlah virus SARS-CoV-2 yang menempel pada reseptor-reseptor tersebut cukup tinggi.



Orang-orang yang mengalami gejala lidah Covid-19 sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Alasannya, mereka mungkin memerlukan obat tambahan untuk mengobati atau meringankan keluhan bengkak hingga radang pada lidah mereka.



Untuk meredam keluhan lidah Covid sebelum pergi ke dokter, dr Uys menganjurkan penggunaan obat ibuprofen. Dr Uys juga mengungkapkan bahwa kemunculan gejala lidah Covid relatif jarang.

Tak jarang, peradangan pada lidah Covid membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari.

 Dr Uys mengungkapkan gejala lidah Covid lebih banyak ditemukan pada kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Pirola. Alasannya, varian Pirola memiliki kecenderungan sedikit lebih tinggi untuk memicu peradangan pada kulit dan mulut.



Saat ini, ada dua varian baru Covid-19 yang sedang menjadi sorotan. Kedua varian tersebut adalah HV.1 dan JN.1.

HV.1 merupakan varian Covid-19 turunan Omicron yang kini menjadi strain SARS-CoV-2 dominan di Amerika Serikat. Sedangkan JN.1 merupakan turunan varian Pirola yang telah ditemukan di sejumlah negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Islandia, Portugal, dan Spanyol. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement