Sabtu 11 Nov 2023 15:53 WIB

Ini Cara Mengatasi Sembelit, Pakar Kesehatan: Jaga Asupan Probiotik Harian 

Masalah sembelit tidak boleh dianggap remeh dan perlu segera ditangani. 

Sembelit adalah salah satu masalah pencernaan yang paling umum dialami banyak orang.
Foto: dok. Republika
Sembelit adalah salah satu masalah pencernaan yang paling umum dialami banyak orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Susah buang air besar (BAB) atau sembelit adalah salah satu masalah pencernaan yang paling umum dialami banyak orang. Ketika mengalami sembelit, perut akan terasa sesak, penuh, dan kembung sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Padahal, masalah pencernaan seperti sembelit sebetulnya cukup mudah untuk dihindari, yaitu dengan menjaga asupan probiotik harian.

Menurut pakar kesehatan Dr Ika Devi SpPD, penyebab dari timbulnya sembelit bisa bermacam-macam. Antara lain, dehidrasi, kurang aktif bergerak, efek samping obat, gangguan otot panggul, hingga kurangnya konsumsi serat.

Meskipun kondisi ini terkesan ringan, kata  dia, masalah sembelit tidak boleh dianggap remeh dan perlu segera ditangani. Hal tersebut demikian karena jika dibiarkan begitu saja, kondisi sembelit bisa semakin menggawat. 

“Dalam tingkat yang lebih kronis, sembelit bisa memicu timbulnya masalah saluran cerna lain seperti wasir, pembekakkan pembuluh darah di anus, sampai robekan kulit anus," ujar Ika dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Sabtu (11/11/2023).

 

Dalam mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit, kata dia, menjaga asupan probiotik menjadi salah satu solusi yang paling praktis dan efektif. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang saat dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.

Ika menjelaskan, probiotik dapat membantu meningkatkan atau mengatur laju transit gastrointestinal. "Jadi makanan dan limbah bergerak melalui sistem pencernaan," katanya.

Ketika laju transit terlalu cepat, kata dia, maka makanan akan bergerak melalui sistem pencernaan dengan lebih cepat, sehingga menyebabkan diare. Sebaliknya, laju transit yang terlalu lambat bisa mengakibatkan penumpukan limbah di usus besar, dan akhirnya menyebabkan sembelit.

Selain itu, kata dia, probiotik juga dapat membantu meningkatkan atau merangsang gerakan peristaltik—kontraksi otot di saluran cerna, dan membantu usus besar menjaga lapisan lendir yang sehat. Sehingga dapat memperlancar proses buang air besar. Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan probiotik harian untuk menjaga kesehatan sistem saluran cerna dan juga mencegah timbulnya sembelit. 

Kebutuhan asupan probiotik harian, kata dia, dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan yang difermentasi seperti tempe dan yogurt, atau dengan mengonsumsi suplemen probiotik. Namun, penting juga bagi Anda untuk tidak asal memilih suplemen probiotik, karena setiap jenis strain probiotik memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Menurut Ika, salah satu strain probiotik yang bisa membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit adalah Bifidobacterium”. Jenis probiotik ini memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan pencernaan dan juga mengatasi masalah pada saluran cerna khususnya pada bagian usus besar. 

"Jadi, pastikan untuk memeriksa kandungan jenis probiotik sebelum Anda membeli produk tersebut," katanya.

Dari berbagai pilihan probiotik di pasaran, kata dia, G-NiiB Immunity+ (SIM01) merupakan salah satu opsi produk suplemen probiotik dengan kandungan Bifidobacterium yang dirancang khusus untuk menjaga keseimbangan bakteri dalam usus dan juga memelihara kesehatan sistem pencernaan.

G-NiiB Immunity+ (SIM01) adalah produk suplemen probiotik dan prebiotik dari GenieBiome, perusahaan bioteknologi yang didirikan oleh para ilmuwan klinisi dari The Chinese University of Hong Kong. 

Produk ini mengandung formulasi unik yang dikenal sebagai "3+3 Vibrant Probiotics and Prebiotics Golden Ratio", menawarkan tiga jenis probiotik Bifidobacterium dan tiga jenis prebiotik. 

Kandungan 3 jenis probiotik Bifidobacterium pada G-NiiB Immunity+ (SIM01) ditujukan untuk menghadirkan perlindungan yang menyeluruh terhadap fungsi saluran cerna, mulai dari mendukung keseimbangan bakteri baik pada usus, hingga memastikan fungsi pencernaan yang optimal. Sedangkan kandungan 3 jenis prebiotik juga dipilih dengan cermat untuk mendukung probiotik dapat bekerja dengan baik. 

Untuk memastikan kinerja bakteri tetap optimal, G-NiiB Immunity+ (SIM01) memanfaatkan teknologi mikroenkapsulasi bertaraf internasional dari Italia yang sudah memegang paten. Teknologi tersebut dirancang khusus untuk melindungi bakteri hidup dari lingkungan asam di lambung sehingga dapat sampai ke usus untuk kolonisasi.

Keunggulan lain yang membedakan G-NiiB Immunity+ (SIM01) dari produk probiotik lainnya adalah komposisi formula SIM01 yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Asia, termasuk warga Indonesia, dengan jenis bakteri baik yang spesifik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement