Kamis 26 Oct 2023 14:20 WIB

Film Five Nights at Freddy’s: Mengintip Kengerian di Balik Pizza Freddy Fazbear

Five Nights at Freddy’s tampilkan beberapa bintang terkenal, seperti Josh Hutcherson.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Friska Yolandha
Cuplikan adegan dari film Five Nights at Freddys.
Foto: Dok Blumhouse
Cuplikan adegan dari film Five Nights at Freddys.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bisakah Anda Bertahan di Pizza Freddy Fazbear? Fenomena game horor yang menggetarkan telah diterjemahkan menjadi peristiwa sinematik yang mencekam saat Blumhouse membawa Five Nights at Freddy's ke layar lebar. Blumhouse merupakan rumah produksi di di balik film-film seperti The Black Phone, The Invisible Man, dan M3GAN.

Film ini mengisahkan kisah seorang penjaga keamanan yang memiliki masalah pribadi dan menjadi pegawai di Freddy Fazbear's Pizza. Saat dia memulai malam pertamanya, dia dengan cepat menyadari bahwa pekerjaan malam di Freddy's tidak hanya menyeramkan, tetapi juga sangat berbahaya.

Baca Juga

Five Nights at Freddy’s menampilkan beberapa bintang terkenal, seperti Josh Hutcherson (dari Ultraman dan franchise The Hunger Games), Elizabeth Lail (dari You dan Mack & Rita), Piper Rubio (dari Holly & Ivy dan Unstable), Kat Conner Sterling (dari We Have a Ghost dan 9-1-1), serta Mary Stuart Masterson (dari Blindspot dan Fried Green Tomatoes), dan Matthew Lillard (dari Good Girls dan Scream).

Film ini disutradarai oleh Emma Tammi, yang sebelumnya terkenal dengan The Wind dan Blood Moon. Naskah film ini ditulis oleh Scott Cawthon, Emma Tammi, dan Seth Cuddeback. Salah satu elemen yang paling mencolok dalam film ini adalah karakter animatronik ikonik. Mereka diciptakan oleh Creature Shop milik Jim Henson, dan tampil luar biasa dalam film ini. Detail-detail dalam cara mereka bergerak, menatap sekitar, dan berinteraksi dengan karakter dalam film sangat mengesankan.

 

Salah satu hal yang paling mengesankan adalah sinematografi dan desain lokasi dalam film ini. Aestetika restoran pizza yang terbengkalai sangat mencolok, dengan mesin-mesin arcade kuno yang tersebar di sekeliling, serta pencahayaan yang rusak, semuanya berhasil menciptakan atmosfer yang benar-benar terabaikan, yang mungkin tidak pernah tercapai oleh franchise Five Nights at Freddy’s setelah sang pencipta Scott Cawthon berhenti membuat game tersebut sendiri.

Pencahayaan neon dan lampu....

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement