Selasa 10 Oct 2023 16:28 WIB

Kehilangan Kontrak, Pangeran Harry dan Meghan Markle Dekati Pesaing Spotify

Harry dan Markle meneken kontrak 20 juta dolar AS dengan Spotify pada 2020.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Friska Yolandha
FILE - Prince Harry and Meghan Markle, Duke and Duchess of Sussex visit the track and field event at the Invictus Games in The Hague, Netherlands, Sunday, April 17, 2022.   The production company founded by Prince Harry and his wife, Meghan, are splitting ways with Spotify, Friday, June 16, 2023, less than a year after the debut of their podcast Archetypes.
Foto: AP Photo/Peter Dejong, File
FILE - Prince Harry and Meghan Markle, Duke and Duchess of Sussex visit the track and field event at the Invictus Games in The Hague, Netherlands, Sunday, April 17, 2022. The production company founded by Prince Harry and his wife, Meghan, are splitting ways with Spotify, Friday, June 16, 2023, less than a year after the debut of their podcast Archetypes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pangeran Harry dan Meghan Markle tampaknya mulai mencari peluang untuk menutup kerugian setelah kontrak mereka dibatalkan oleh Spotify. Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah mendekati pesaing Spotify, Audible.

Audible merupakan layanan audiobook dan podcast milik Amazon yang menaungi banyak talenta besar, seperti Barack Obama dan Michelle Obama. Kabar mengenai "kedekatan" antara Meghan dan Harry dengan Audible mencuat setelah penasihat bisnis pasangan tersebut melakukan pertemuan dengan pihak Audible.

Baca Juga

Di saat yang sama, Markle juga disebut sedang mendekati sejumlah selebritas papan atas di Hollywood, seperti aktris Julia Roberts. Markle dikabarkan melakukan hal tersebut karena ingin mengembangkan proyek bersama dengan selebritas untuk menyambut peluncuran ulang situs miliknya, The Tig.

Peluncuran ulang The Tig merupakan pijakan bagi Markle untuk menekuni perannya sebagai influencer daring secara serius. Menurut seorang sumber, Harry dan Markle telah memiliki misi untuk menjalin pertemanan dengan Roberts sejak tiga tahun lalu.

Sebelumnya, Harry dan Markle mendapatkan kontrak bernilai 20 juta dolar AS atau sekitar Rp 313,8 miliar dari Spotify untuk membuat konten di platform tersebut. Namun sejak menandatangani kontrak pada Desember 2020, Harry dan Markle tampak menghabiskan banyak waktu tanpa menghasilkan konten. Harry dan Markle baru merilis 12 episode podcast untuk Spotify pada 23 Agustus 2022.

Seperti dilansir Insider, para eksekutif Spotify merasa bahwa Harry dan Markle memakan waktu terlalu lama untuk membentuk tim dan membuat konten. Hal inilah yang dikabarkan mendorong Spotify mengakhiri kontrak dengan Harry dan Meghan.

Podcaster sekaligus pendiri The Ringer, Bill Simmons, bahkan secara terbuka menyebut Harry dan Markle sebagai grifters atau orang yang melakukan manipulasi untuk mendulang keuntungan. Selain itu, Jeremy Zimmer dari United Talent Agency juga mengkritik Markle sebagai sosok yang kurang berbakat dalam bidang penyiaran.

Di tengah beragam kritik dari publik, juru bicara Harry dan Markle mengungkapkan bahwa Markle akan terus memproduksi siaran podcast meski tak bersama Spotify lagi. Mereka mengungkapkan bahwa Markle akan menyajikan konten-konten baru melalui platform yang berbeda.

Kala itu, tak ada informasi lebih lanjut mengenai platform baru yang akan digunakan oleh Markle. Namun saat ini, beragam petunjuk mengindikasikan bahwa platform baru tersebut adalah Audible.

Seorang sumber juga telah mengonfirmasi bahwa tim baru Markle yaitu agensi WME, sedang melakukan pembicaraan yang sangat dekat dengan Audible. Di samping itu, Harry juga sempat merilis audiobook untuk buku karyanya, Spare, melalui Audible.

Bila Harry dan Markle resmi menjalin kontrak dengan Audible, kontrak tersebut mungkin akan serupa dengan kontrak yang diberikan kepada Barack dan Michelle Obama. Dalam kontrak tersebut, mereka diwajibkan untuk menawarkan proyek baru mereka ke Audible terlebih dahulu. Bila Audible menolaknya, mereka memiliki kebebasan untuk menawarkan proyek tersebut ke pihak lain.

"Ini mirip dengan kesepakatan yang dimiliki oleh beberapa sutradara elit dengan studio-studio film besar," ujar seorang sumber, seperti dilansir Express pada Selasa (10/10/2023). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement