Kamis 05 Oct 2023 09:40 WIB

Kasus Bunuh Diri Mahasiswa yang Menyayat Hati: Gantung Diri Hingga Lompat dari Gedung

Penyebab mahasiswa bunuh diri beragam mulai dari kesulitan finansial hingga depresi.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Bunuh diri melompat dari gedung (ilustrasi). Ada beberapa kasus bunuh diri mahasiswa yang menyayat hati dengan cara gantung diri hingga melompat dari gedung.
Foto: Foto : MgRol_93
Bunuh diri melompat dari gedung (ilustrasi). Ada beberapa kasus bunuh diri mahasiswa yang menyayat hati dengan cara gantung diri hingga melompat dari gedung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa/mahasiswi cukup menyedot perhatian publik dan menyayat hati. Aksi mengakhiri hidup ini dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari gantung diri hingga lompat dari gedung.

Berikut ini lima kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi di Indonesia:

Baca Juga

1. Kasus bunuh diri mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berinisial SMQF (18 tahun) bunuh diri pada Senin (2/10/2023) pagi. Diketahui korban nekat bunuh diri dengan lompat dari lantai 4 Gedung Y asrama University Residence (Unires) UMY akibat depresi. 

 

SMQF dikenal sebagai mahasiswi yang aktif di asramanya. Korban diketahui nekat melakukan aksinya saat teman sekamar asramanya masih tidur pada Senin (2/10/2023) pagi. Pada malam sebelumnya, dia sempat menenggak obat sakit kepala hingga 20 butir dan harus dibawa ke rumah sakit terdekat, dan berhasil diselamatkan. 

Nahas, percobaan bunuh diri kedua telah menghilangkan nyawa korban. Jenazah SMQF telah dibawa oleh ayahnya ke Bandar Lampung pada Senin (2/10/2023) sekitar pukul 22.15 WIB.

2. Kasus bunuh diri mahasiswa Universitas Gadjah Mada 

Pada Oktober 2022, seorang remaja berinisial TSR (18 tahun) tewas terjatuh dari lantai 11 Hotel Porta by The Ambarrukmo. Tempat tersebut diketahui merupakan area rooftop, serta lokasi bar dan restoran. 

Polsek Bulaksumur Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini merupakan korban bunuh diri. Kapolsek Bulaksumur Kompol Sumanto saat dikonfirmasi di Yogyakarta mengatakan kesimpulan tersebut setelah memeriksa sejumlah saksi dan hasil temuan polisi di tempat kejadian perkara (TKP). 

“Bunuh diri, memang ada surat gangguan psikologis korban,” kata Sumanto, Ahad (9/10/2022). Saat memeriksa di lokasi kejadian, Sumanto mengatakan polisi mendapatkan surat terkait hasil pemeriksaan psikologi TSR dari Rumah Sakit JIH Sleman di dalam tas milik korban. 

3. Kasus bunuh diri mahasiswa Universitas Padjadjaran 

Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial RWP (24 tahun) melakukan bunuh diri. RWP yang merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan semester 13 ini ditemukan tewas dengan cara gantung diri pada Senin (24/12/2018) pukul 06.00 WIB. 

RWP ini berasal dari Sumatra Utara dan ditemukan gantung diri di kamar indekosnya di Gang Dahlia 1, Dusun Caringin, RT 01 RW 13 Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebelum meninggal sering mengeluhkan masalah keuangan dan skripsi yang belum beres. 

 

Pamit di medsos sebelum bunuh diri...lanjutkan membaca>> 

 

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement