Selasa 26 Sep 2023 12:06 WIB

Kebiasaan yang Bikin Uban Tumbuh Lebih Cepat

Jika mengetahui penyebabnya, Anda mungkin dapat menunda munculnya uban.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Rambut mulai beruban (ilustrasi). Ada beberapa penyebab rambut akan beruban.
Foto: www.freepik.com
Rambut mulai beruban (ilustrasi). Ada beberapa penyebab rambut akan beruban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada tanda-tanda peringatan bahwa rambut Anda akan beruban. Sebagian disebabkan oleh faktor biologis, sebagian lagi disebabkan oleh gaya hidup. 

Jika Anda mengenalinya sejak dini atau mempelajari apa yang tidak boleh dilakukan untuk mempertahankan rambut alami, Anda mungkin bisa memperlambatnya. Berikut ini merupakan tujuh penyebab rambut akan beruban, dilansir Best Life, Senin (25/9/2023):

Baca Juga

1. Pernah mengalami trauma 

Menurut Scientific American, peristiwa traumatis dapat memengaruhi seluruh tubuh, bahkan merusak folikel rambut. Pada dasarnya, peristiwa yang sangat menegangkan dapat menghasilkan segerombolan radikal bebas di folikel rambut Anda, yang menyebar di sepanjang batang rambut, menghancurkan pigmennya dengan cara yang mirip dengan efek pemutihan. 

2. Menghabiskan terlalu banyak waktu di bawah sinar matahari

Hal ini karena sinar UV meningkatkan stres oksidatif pada folikel rambut. “Jika hal ini terjadi akan ada lebih banyak radikal bebas di folikel rambut yang dapat menyebabkan folikel rambut kehilangan pigmen dan berubah menjadi abu-abu,” ujar Karla Robinson, MD, editor medis di GoodRx. Untuk mencegahnya, kenakan topi saat berada di bawah sinar matahari atau gunakan krim atau semprotan rambut yang melindungi dari paparan UVA/UVB. 

3. Terpapar polusi udara

Menurut ahli kosmetik di The Right Hairstyles, Ghanima Abdullah, pencemaran lingkungan bisa menyebabkan uban dini. Kehadiran hidrogen peroksida pada folikel rambut dapat merusak melanosit dan menghentikan produksi melanin pada folikel rambut sehingga menyebabkan rambut tidak berwarna (uban).

Hidrogen peroksida biasanya ditemukan di folikel rambut, tetapi dipecah oleh enzim katalase. Jika jumlah hidrogen peroksida terlalu banyak atau jumlah katalase terlalu sedikit atau terganggu, maka akan timbul uban.  Abdullah mengatakan, polusi udara memengaruhi melanosit dan menyebabkan akumulasi hidrogen peroksida.

4. Menggunakan alat penata rambut yang panas

Mengeringkan, mengeriting, atau meluruskan rambut selama bertahun-tahun bisa memengaruhi kesehatan rambut. “Penataan gaya yang berlebihan dapat melemahkan struktur rambut dan mungkin mengganggu produksi melanin,” kata Krysta Biancone, salah satu pendiri Amari Salon & Spa dan penata rambut di Hair by Krysta. 

5. Sering mewarnai rambut

Mirip dengan penggunaan alat penata rambut yang panas, Biancone mencatat menjalani banyak perawatan kimia juga dapat mengganggu produksi melanin. Sementara itu, Abdullah menambahkan pewarna rambut permanen dan perawatan bleaching menggunakan developer yang mengandung hidrogen peroksida. 

“Jika perawatan kimia dengan hidrogen peroksida digunakan cukup sering, hal ini dapat memicu munculnya uban,” kata Abdullah. 

6. Sering mengalami kerontokan rambut

Jika Anda berusia di atas 35 tahun dan cenderung sering mengalami kerontokan rambut, kemungkinan besar rambut yang akan menggantikan helaian rambut lama akan berwarna abu-abu. 

“Seiring bertambahnya usia, kepadatan rambut sering kali menurun,” jelas Biancone. Meskipun tidak secara langsung menyebabkan uban, ini merupakan tanda bahwa proses penuaan alami memengaruhi rambut, dan uban mungkin akan segera terjadi. 

7. Orang tua mulai beruban lebih awal

Dalam studi tahun 2016 yang diterbitkan di Nature Communications, para peneliti menemukan gen utama yang menyebabkan uban prematur yaitu IRF4. Gen ini bertugas mengatur dan memproduksi melanin. 

Ketika tubuh mulai memproduksi lebih sedikit melanin, hal itu menyebabkan rambut berubah menjadi abu-abu. Oleh karena itu, jika orang tua Anda mulai beruban sejak dini, kemungkinan besar faktor genetik akan menentukan bahwa Anda juga akan mengalami hal yang sama. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement