Senin 31 Jul 2023 15:15 WIB

Sutradara Oppenheimer Punya Trik Kamera Favorit: Lebih Suka Pakai 1 Kamera

Sutradara dan sinematografer Oppenheimer memakai 1 kamera agar lebih fokus.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Salah satu adegan dalam film Oppenheimer. Sutradara Oppenheimer, Christopher Nolan, lebih suka menggunakan 1 kamera.
Foto: Dok Universal Pictures
Salah satu adegan dalam film Oppenheimer. Sutradara Oppenheimer, Christopher Nolan, lebih suka menggunakan 1 kamera.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesuksesan film Oppenheimer bukan hanya dari segi penceritaan, tetapi juga berkat sinematografi yang ciamik. Sinematografer Hoyte van Hoytema dan sutradara Christopher Nolan cukup banyak berkolaborasi dalam sejumlah film dengan tampilan terbaik selama beberapa tahun.

Film terbaru mereka, Oppenheimer, mungkin merupakan puncak dari kerja sama keduanya.  Dengan produksi pengambilan gambar yang indah, film ini adalah masterclass dalam studi karakter dan penggunaan kamera IMAX untuk lebih dekat dengan pribadi Cillian Murphy dalam menambah keintiman film. Rupanya Nolan punya trik penggunaan kamera favoritnya sendiri.

Baca Juga

Berbicara dengan Steve Weintraub dari laman Collider, van Hoytema mengungkap metode pengambilan gambar yang digemari Nolan. Sutradara seperti Ridley Scott suka menggunakan sebanyak enam atau tujuh kamera, dari berbagai sudut, untuk merekam sebuah adegan. 

Metode ini memberi Scott kesempatan untuk menemukan sudut pandang yang cocok untuk cerita yang ingin dia ceritakan. Tetapi ternyata bagu Nolan, lebih sedikit kamera maka akan lebih baik.

 

Sutradara dan sinematografernya akan menggunakan satu kamera untuk memastikan bahwa semua fokus didorong ke arahnya dan perhatian terhadap detail harus lebih tinggi untuk merencanakan adegan dengan cermat. Nolan percaya pengambilan gambar lebih dari satu kamera pada saat yang sama akan mengalihkan perhatian dan menyebabkan konsentrasi pembuat film menjadi terbagi karena gangguan yang disebabkan oleh fokus yang terpecah.

“Untuk sebagian besar waktu, kami bekerja dengan satu kamera di set. Memotret dengan Chris secara efektif seperti pertunjukan satu kamera," kata van Hoytema, dikutip dari Collider, Senin (31/7/2023).

Menurut dia, kamera adalah semacam kotak ajaib di mana segala sesuatu yang terjadi di sekitar harus diarahkan dan dikembangkan, sehingga terbawa ke dalam satu kotak kecil itu. Kemudian satu kamera benar-benar menjadi episentrum. 

“Segera setelah Anda meletakkan dua kamera di lokasi syuting, perhatian itu entah bagaimana terbagi, dan bersama Chris di lokasi syuting adalah (sebuah) kelompok orang yang sangat fokus yang benar-benar bekerja menuju tujuan yang sangat spesifik,” kata dia.

Van Hoytema mengungkapkan, Nolan suka berada di dekat kameranya setiap saat untuk sepenuhnya merasakan apa yang akan dilihat oleh kamera, alias yang akan dilihat penonton nantinya. Ada suasana sandiwara panggung dalam cara dia menyusun bidikannya, dan membangun pemandangan, sehingga kamera dapat berada di posisi yang tepat, dan para aktor berada tepat di tempat yang seharusnya.

Van Hoytema menggambarkan metode Nolan sebagai "pembuatan film terbaik". Nolan juga disebut merupakan orang yang suka duduk sangat dekat dengan kamera untuk memahami apa yang dilihat kamera. Jadi dia selalu melihat ke set di sebelah kamera. 

“Chris bukan seorang kolektor material atau wanita pembersih atau penyedot debu, Anda tahu? Ini adalah proses yang sangat teliti dan sangat terfokus. Para aktor tahu persis ke arah mana mereka bekerja, desainer produksi, orang-orang prop, penata rias, tetapi juga, kami, pencahayaan, dan lain-lain,” ujar van Hoytema.

Semua harus berevolusi ke satu arah itu, jadi satu kamera seharusnya terasa sangat logis bagi kru film. Ini semacam cara pembuatan film yang paling mutakhir bagi tim. Ia merasa sangat fokus. Oppenheimer saat ini diputar di bioskop dan IMAX. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement