Ahad 23 Jul 2023 14:57 WIB

Tujuh Tanda Seseorang Perlu Kurangi Konsumsi Kafein

Kafein juga ada pada makanan-minuman lain, bukan cuma kopi.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda
Kopi rempah (ilustrasi). Beberapa orang dapat minum empat cangkir kopi berturut-turut tanpa gemetar, sementara yang lain langsung bergetar meski hanya menyeruput teh.
Foto:

5. Iritasi Kulit

Shona mengungkapkan bahwa beberapa orang sebenarnya alergi terhadap kafein. Itu merupakan kondisi umum.

"Gejala alergi khusus ini termasuk ruam gatal yang terdiri dari benjolan merah, pembengkakan pada bibir dan lidah, dan dalam beberapa kasus, gatal-gatal," ucap Shona.

6. Intensitas Buang Air Kecil Bertambah

Kafein juga bersifat diuretik. Artinya, kafein dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil.

"Jika kita menyadari telah menghabiskan lebih banyak waktu di toilet akhir-akhir ini, mungkin ada baiknya mengurangi kopi," ujar dia.

7. Perubahan Suasana Hati

Kafein juga dapat memengaruhi suasana hati, menyebabkan perubahan mood, dan juga mudah rewel. Karena memengaruhi sistem saraf pusat, kafein dapat meningkatkan pelepasan neurotransmiter rangsang seperti dopamin, yang memberi dorongan awal sebelum menyebabkan kehancuran suasana hati ketika kafein habis.

Shona merekomendasikan vitamin B karena penting untuk produksi energi dan fungsi otak. Jika lapar, pisang dapat membantu merasa berenergi. Pisang mengandung L-triptofan yang menurut Shona akan diubah menjadi serotonin, "hormon bahagia".

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement