Jumat 21 Jul 2023 21:36 WIB

Perolehan Box Office Barbie Dinilai Sulit Diprediksi, Apa Alasannya?

Prediksi box office Barbie jadi topik besar di industri film selama 1 tahun terakhir.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Salah satu adegan di film Barbie (2023). Perolehan box office film Barbie dinilai sulit untuk diprediksi.
Foto: Dok Warner Bros. Pictures
Salah satu adegan di film Barbie (2023). Perolehan box office film Barbie dinilai sulit untuk diprediksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film Barbie besutan sutradara Greta Gerwig tayang di bioskop bersamaan dengan Oppenheimer karya Christopher Nolan. Kedua film sama-sama kuat, sehingga dinilai akan cukup sulit memprediksi box office.

Sumber dalam Hollywood menjelaskan alasan box office Barbie sulit diprediksi. Prediksi box office Barbie telah menjadi topik besar di industri film selama lebih dari satu tahun sterakhir. Bahasan ini menjadi sangat panas ketika terungkap bahwa film tersebut akan dirilis pada hari yang sama dengan Oppenheimer.

Baca Juga

Sejak itu, pertarungan Barbie dan Oppenheimer telah menjadi sumber intrik publik dan industri, yang akhirnya akan memuncak akhir pekan ini. Namun, bahkan proyeksi box office untuk Barbie telah berubah secara drastis, dengan prediksi terbaru angka yang meningkat dua kali lipat.

Dilansir laman Screen Rant pada Jumat (21/7/2023), podcaster Matthew Belloni memerinci alasan Barbie menjadi film yang mustahil untuk diprediksi oleh para pakar box office. Berbicara di podcast-nya “The Town with Matthew Belloni”, Belloni pertama kali menempatkan Barbie di lanskap pasca-Covid-19, di mana penonton diperkirakan bisa kembali ke bioskop setelah sebelumnya tidak tertarik.

 

Belloni dan bintang tamu David Herrin membahas konsep "kesadaran tanpa bantuan", yang merupakan alat prediksi box office untuk mensurvei orang dengan pertanyaan "film apa yang Anda ketahui?" tanpa menyebut judul. Herrin menyebutkan bahwa unained awareness (persentase responden yang mengetahui produk, merek, atau iklan di puncak pikiran tanpa dibantu) untuk Barbie sangat besar. Bahkan bisa dibilang terbesar yang pernah mereka lihat.

Herrin menjelaskan, penonton memiliki unained awareness yang sangat besar, dan menunjuk ke pembukaan 200 juta dolar AS atau 250 juta dolar AS (Rp 3,7 triliun). “Lalu Anda mendapatkan di sini wanita yang lebih tua yang tidak menunjukkan tingkat minat yang sangat tinggi, yang menyarankan pembukaan sekitar 80 juta dolar AS. Apakah 80? Apakah 220? Anda memiliki presale yang mencapai sekitar 180, dan itulah mengapa semua pakar online ini tidak tahu film ini akan dibuka untuk apa,” jelas Herrin.

Film yang dibintangi aktris Margot Robbie itu memiliki pengenalan nama, tetapi tidak jelas bagaimana status "zeitgeist" dikaitkan langsung dengan besarnya atau jangkauan kampanye pemasaran, apalagi apakah peajual tiket cukup untuk menentukan keberhasilannya. Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab segera setelah Barbie akhirnya menghadapi pembukaan box office-nya. Sementara prediksi Barbie sangat bervariasi, sebagian besar pakar menempatkan film tersebut dalam kisaran pembukaan 100 juta hingga 130 juta dolar AS.

Jika ini terjadi, maka akan mengalahkan pesaing utamanya, Oppenheimer, untuk posisi nomor satu. Prediksi Oppenheimer saat ini ditetapkan antara pembukaan 30 sampai 45 juta dolar AS, yang berarti akan membutuhkan upaya besar untuk biopik Nolan mendekati Barbie.

Apa yang sering diabaikan dalam debat Barbie vs Oppenheimer ini, seperti yang disinggung secara singkat oleh Belloni di podcast-nya adalah faktor lain dengan Mission: Impossible - Dead Reckoning Part 1 di bioskop. Film Mission Impossible ketujuh itu hanya akan berada di akhir pekan kedua setelah rilis Barbie dan Oppenheimer.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement