Rabu 12 Jul 2023 14:51 WIB

Saat Pemulihan Cedera, Ini Cara Olahraga yang Benar

Jangan mencoba memulai aktivitas fisik jika belum berkonsultasi dengan dokter.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Natalia Endah Hapsari
Konsultasikan dulu dengan dokter untuk menentukan waktu untuk kembali berolahraga setelah pulih dari cedera/ilustrasi
Foto: Unsplash
Konsultasikan dulu dengan dokter untuk menentukan waktu untuk kembali berolahraga setelah pulih dari cedera/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Berolahraga di gym saat dalam pemulihan cedera bukanlah hal yang bisa dilakukan secara sembarangan. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Eka Gym Sports and Exercise Medicine - Eka Hospital BSD, dr Donny Kurniawan, SpKO, Subsp.ALK (K) mengatakan itulah mengapa peran dokter spesialis kedokteran olahraga dalam medical fitness akan sangat penting selama masa latihan untuk memantau prosesnya.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memulai program latihan :

Baca Juga

1. Jangan asal mulai, konsultasi dengan dokter dahulu

Jangan mencoba memulai aktivitas fisik jika belum berkonsultasi dengan dokter dan pastikan diagnosis yang pasti, karena terapi pemulihan yang tepat lahir dari diagnosis yang tepat. Pada masa pemulihan pasca cedera, tubuh Anda akan berada dalam kondisi yang rentan untuk mengalami cedera kembali.

"Dokter spesialis kedokteran olahraga dapat menentukan jenis latihan apa saja yang aman untuk dilakukan, jadi Anda tidak perlu khawatir dalam menjalankan program kebugaran tanpa harus takut memperburuk cedera atau mencegah cedera datang kembali," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (12/7/2023).

 

 

2. Mulai perlahan dari intensitas yang rendah

Latihan pada pemulihan pasca cedera mempunyai berbagai tahapan, adapun yang menjadi pertimbangan adalah tingkat keparahan cedera, kesembuhan jaringan, dan level kebugaran. Terkadang untuk beberapa orang ingin kembali beraktivitas akan mendorong mereka untuk segera kembali berlatih dengan beban dan intensitas yang berlebih. Namun sebaiknya hal tersebut dihindari karena setelah cedera, tubuh akan membutuhkan waktu untuk bisa menyesuaikan kembali dalam menjalankan aktivitas berat. Oleh karena itu jangan mulai terburu-buru.

 

3. Tetap jaga kebugaran dengan konsisten.

Tujuan Anda adalah tetap mempertahankan kebugaran, dan menghentikan semua aktivitas saat cedera bukan merupakan langkah yang bijaksana. Sebaiknya, tetap lakukan berbagai macam bentuk latihan dan tetap latih bagian tubuh Anda yang tidak mengalami cedera. Melakukan berbagai aktivitas yang melatih berbagai bagian tubuh dapat membantu Anda tetap bugar sementara bagian tubuh Anda yang cedera mendapatkan kembali kekuatannya. Ini juga dapat membantu menurunkan risiko Anda untuk cedera kembali. Bila anda tidak mengetahui caranya, carilah bantuan yang dapat mendampingi anda berlatih dengan aman.

 

4. Jangan gegabah dan dengarkan tubuh Anda

Selalu dengarkan tubuh Anda dan ketahui batasan kemampuan tubuh pada saat berlatih. Merasa lelah atau sedikit nyeri saat berolahraga di gym adalah hal yang wajar, namun sebaiknya stop sejenak jika tubuh mulai merasakan nyeri dan merasa tidak kuat untuk melanjutkan, karena kerja keras bisa berakhir sia-sia jika tubuh kembali mengalami cedera.

 

Jika masih ragu untuk memulai aktivitas fisik kembali, apalagi jika Anda adalah pasien pasca cedera, sebaiknya Anda bisa konsultasikan diri dengan dokter terlebih dahulu. Perlu diketahui medical fitness adalah program olahraga yang dirancang khusus oleh dokter spesialis untuk membantu Anda bisa membentuk kebugaran secara aman juga bisa menjadi tempat aman untuk melawan seluruh berbagai macam rintangan kebugaran yang Anda miliki.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement