Rabu 24 May 2023 09:20 WIB

Kru Film: Gejala Penyakit Bruce Willis Terlihat Sejak Syuting Midnight in the Switchgrass

Bruce Willis sampai lupa bahwa dia tengah berada di lokasi syuting.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Aktor Bruce Willis menghadiri konferensi pers film Looper di Toronto International Film Festival, Toronto, Kanada, 6 September 2012. Willis berhenti main film setelah terdiagnosis afasia dan dimensia frontotemporal.
Foto: EPA/WARREN TODA
Aktor Bruce Willis menghadiri konferensi pers film Looper di Toronto International Film Festival, Toronto, Kanada, 6 September 2012. Willis berhenti main film setelah terdiagnosis afasia dan dimensia frontotemporal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Bruce Willis resmi pensiun dari dunia akting pada Maret 2022 setelah terdiagnosis dengan aphasia. Jauh sebelum diagnosis tersebut diumumkan kepada publik, Willis ternyata kerap menunjukkan gejala aphasia di lokasi syuting.

Situasi ini disaksikan langsung oleh kru film Midnight in the Switchgrass. Willis terlibat dalam proses syuting Midnight in the Switchgrass pada 2020. Kala itu, gejala aphasia yang dialami oleh Willis sudah sangat buruk.

Baca Juga

Alicia Haverland merupakan salah satu kru film yang menyaksikan langsung betapa buruknya gejala aphasia yang dialami oleh Willis. Saat sedang melakukan pengambilan gambar di sebuah restoran misalnya, Willis lupa bahwa dia sedang berada di lokasi syuting.

Dalam proses syuting tersebut, Haverland bertugas mengisi cangkir Willis dengan kopi berulang kali untuk sebuah adegan. Akan tetapi, Willis malah mengira Haverland sebagai pelayan restoran.

 

"(Saat pengambilan adegan ketujuh atau kedelapan) dia menutup cangkir kopinya dengan tangan, menatap saya, dan berkata 'Tidak bu, saya tak mau (kopi) lagi'," kata Haverland, seperti dikutip dari Insider, Rabu (24/5/2023).

photo
Demensia frontotemporal, penyakit yang mengusik Bruce Willis. - (Republika)

Kondisi tersebut membuat Haverland harus menjelaskan kepada Willis bahwa kopi yang dia tuangkan merupakan properti syuting, bukan kopi pesanan Willis. Akan tetapi, Willis tampak tak bisa memahami penjelasan Haverland.

Tak hanya itu, Willis juga tampak sangat kepayahan selama proses syuting film berlangsung. Willis benar-benar kesulitan untuk mengingat dialognya sendiri. Kondisi ini membuat Willis harus mendapatkan bantuan dari seorang asisten yang membacakan dialog untuknya melalui earpiece.

"Hanya ketika Anda buta baru Anda tak melihatnya kepayahan," ujar Haverland.

Saat pertama kali bertemu dengan Willis di lokasi syuting, Haverland mengatakan sikap sang aktor sangat manis. Willis juga berbicara dengan lembut kepada orang lain.

Oleh karena itu, Haverland merasa sangat pilu melihat pergelutan Willis dengan gejala aphasia di lokasi syuting. Haverland juga merasa bersalah karena pada saat itu dia tak banyak membantu Willis.

Salah satu contohnya, lanjut Haverland, ketika sutradara Randall Emmett marah besar setiap kali Willis tampak kebingungan selama proses syuting. Emmet mengaku pada saat itu dia tak mengetahui bahwa kondisi kesehatan Willis sedang menurun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement