Rabu 10 May 2023 06:21 WIB

Tak Mau Kursinya Dipindah, Penumpang Ini Ancam Buka Pintu Darurat Pesawat

Penumpang ini berlari ke area depan pesawat dan situasinya semakin mencemaskan.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Situasi di dalam kabin pesawat (ilustrasi). Penumpang United Airlines membuat panik karena mengancam akan membuka pintu darurat pesawat. Dia marah lantaran tak mau kursinya dipindah.
Foto: Pexels
Situasi di dalam kabin pesawat (ilustrasi). Penumpang United Airlines membuat panik karena mengancam akan membuka pintu darurat pesawat. Dia marah lantaran tak mau kursinya dipindah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehebohan sempat terjadi di pesawat United Airlines pada pekan lalu akibat aksi berbahaya yang hampir dilakukan seorang penumpang. Pada rute penerbangan dari Bandara Internasional San Francisco ke Houston itu, seorang pria mencoba melompat keluar dari pintu darurat.

Kejadian tersebut direkam oleh penumpang lain bernama Naya Jimenez. Dikutip dari laman Best Life Online, Selasa (9/5/2023), Jimenez bercerita bahwa pada awalnya pria yang ingin melompat keluar pesawat itu marah kepada pramugari pesawat.

Baca Juga

Pasalnya, awak kabin meminta pria itu dan istrinya pindah dari kursi mereka untuk suatu alasan. Karena menghadapi penolakan, pramugari membawa petugas gerbang untuk mencoba berbicara dengan mereka berdua dan memberikan pengertian, namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

Pria itu menyerang, berulang kali mengayunkan tangannya untuk memukul karyawan maskapai. Penumpang lain segera melerai dan berusaha menghentikan pria itu, tetapi dia malah berlari ke area depan pesawat dan situasinya semakin mencemaskan.

 

"Setelah dia berhenti sejenak, dia berlari menuju tempat pilot berada, di mana pintu keluar darurat berada, dan berusaha membukanya. Dia berhasil membuka pintu darurat dan hendak melompat turun," kata Jimenez.

Untungnya, pesawat belum jadi lepas landas karena akhirnya ditangguhkan untuk mencapai gerbang keberangkatan. Akan tetapi, penumpang yang tak diketahui identitasnya itu terlihat benar-benar akan melompat ke tanah, yang jaraknya sekitar enam meter. 

Setelah beberapa waktu, para staf dan penumpang akhirnya berhasil mengendalikan pria itu. "Semua orang menariknya kembali ke tempat aman," ujar Jimenez.

Dalam sebuah pernyataan, United Airlines mengatakan bahwa situasi saat boarding itu sudah dilaporkan ke penegak hukum. 

"Kami berterima kasih kepada tim kami di San Francisco atas profesionalisme mereka dalam situasi ini dan telah menjaga keselamatan pelanggan lain dan sesama karyawan United," ungkap perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Kepolisian San Francisco sudah menangani kejadian tersebut. Pihak berwenang kemudian memberikan informasi bahwa penumpang berusia 47 tahun bernama Cody Benjamin Lovins dari Montgomery, Texas, itu sudah dibebaskan setelah dimintai keterangan.

Itu bukan pertama kalinya penumpang menyebabkan kekacauan dan ketakutan selama penerbangan di AS. Pada 2021, jumlah insiden penumpang yang melakukan tindakan kasar mencapai rekor, karena menolak aturan wajib memakai masker di era pandemi Covid-19.

Meskipun jumlah insiden serupa sedikit turun tahun lalu, kasus yang diselidiki oleh Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkannya masih 470 persen lebih tinggi dibandingkan 2019. Senator Jack Reed menyebutnya sebagai "epidemi kemarahan di perjalanan udara".

Untuk menanggulangi hal tersebut, Reed mengupayakan kehadiran RUU bipartisan yang akan membuat daftar hal yang dilarang saat terbang. Regulasi yang nantinya diharapkan bisa diterapkan oleh Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) itu bertujuan mencegah penumpang "berulah" selama penerbangan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement