Rabu 01 Mar 2023 17:15 WIB

Serial 'Lord of the Rings' tak Khawatir Bersaing dengan Film Versi Baru

Serial 'Rings of Power' dianggap telah memiliki penggemarnya sendiri.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Salah satu adegan di film Lord of the Rings: Return of the Kings. CEO Amazon Studios Jennifer Salke yang memproduksi serial populer Rings of Power tidak khawatir dengan rencana kehadiran film baru The Lord of the Rings dari Warner Bros.
Foto: New Line Cinema.
Salah satu adegan di film Lord of the Rings: Return of the Kings. CEO Amazon Studios Jennifer Salke yang memproduksi serial populer Rings of Power tidak khawatir dengan rencana kehadiran film baru The Lord of the Rings dari Warner Bros.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Amazon Studios Jennifer Salke yang memproduksi serial populer “Rings of Power” tidak khawatir dengan rencana kehadiran film baru The Lord of the Rings dari Warner Bros. Hal ini karena serial milik Amazon dianggap telah memiliki basis penggemarnya sendiri.

"Kami sangat bangga dengan (serial 'The Rings of Power'), dan berinvestasi jangka panjang, kami yakin ada cukup banyak cinta penggemar untuk mempertahankan cinta kami untuk waktu yang lama," kata dia seperti dikutip dari laman CBR, Rabu (1/3/2023).

Baca Juga

Warner Bros dan New Line Media baru saja membuat kesepakatan dengan Embracer Group AB pada Februari 2023 untuk mengembangkan film Lord of The Rings baru. Film itu terinspirasi dari karya penulis JRR Tolkien yang paling terkenal, The Lord of the Rings dan The Hobbit. Sampai saat ini belum jelas karakter dan acara mana yang akan diadaptasi ke dalam Lord of the Rings baru dari Warner Bros tersebut.

Pernyataan pers bersama dari co-chair dan co-CEO Warner Bros Michael De Luca dan Pamela Abdy, mengindikasikan bahwa studio tidak tertarik membuat ulang adaptasi layar lebar dari buku-buku Tolkien karya Peter Jackson. Sebaliknya, fitur-fitur yang akan datang tampaknya akan menangkap sudut-sudut mitos Middle-earth yang belum dijelajahi untuk mendapatkan inspirasi. Warner Bros juga disebut menjaga Jackson dan mitra penulisnya Fran Walsh serta Philippa Boyens "dalam lingkaran" masa depan waralaba.

Keterlibatan Jackson dengan proyek Warner Bros Lord of the Rings patut diperhatikan. Hal itu karena pemenang Oscar tersebut tidak berpartisipasi dalam produksi serial “The Rings of Power”.

Jackson awalnya ditetapkan untuk memberikan umpan balik kepada co-showrunners Patrick McKay dan JD Payne tentang skrip untuk musim pertama serial Prime Video. Namun, mereka akhirnya maju tanpa masukannya.

McKay dan Payne sejak itu mengonfirmasi bahwa mereka telah mengembangkan peta jalan lima musim untuk "The Rings of Power" yang dibangun menuju "titik akhir yang sangat spesifik dan jelas". Para showrunners tetap membisu tentang apa yang tersedia untuk para penggemar di musim-musim "The Rings of Power" yang tersisa. Kendati mereka baru-baru ini mengisyaratkan bahwa ceritanya akan mencakup beberapa konteks yang sebelumnya tidak terlihat.

"Salah satu percakapan pertama yang kami lakukan dengan Amazon tentang ini adalah dunia Tolkien jauh lebih luas daripada geografi terbatas yang dilalui dalam buku Lord of the Rings dan The Hobbit," kata McKay.

Dia menyebut ada pulau-pulau besar di barat Númenor saat ini. Ada Valinor lebih jauh ke barat dan timur dengan seluruh benua Rhûn yang belum pernah dikunjungi dan belum pernah dijelajahi. Sebanyak delapan episode “The Lord of the Rings: The Rings of Power” musim satu saat ini sedang tayang di Prime Video.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement