Jumat 27 Jan 2023 10:08 WIB

Kemampuan Penciuman Hidung Dapat Memprediksi 'Kelemahan' Pasien Lansia

Kelemahan ditandai dengan masalah seperti berkurangnya kekuatan otot dan kelelahan.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Kemampuan indra penciuman dapat memprediksi kelemahan pada lansia. (ilustrasi)
Foto: Pixabay
Kemampuan indra penciuman dapat memprediksi kelemahan pada lansia. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian baru menunjukkan, kehilangan kemampuan penciuman bisa menjadi indikator berguna untuk kesehatan pada orang dewasa yang lebih tua. Penulis studi dr Nicholas Rowan mengatakan, pihaknya sudah melakukan tes untuk menilai seberapa baik kemampuan melihat atau mendengar.

“Ini sama mudahnya dengan melakukan tes penciuman sederhana yang hanya memerlukan waktu beberapa menit, yang berpotensi digunakan sebagai alat yang berharga untuk menilai risiko dari penuaan yang lemah atau tidak sehat,” ujar dr Rowan dilansir Express, Jumat (27/1/2023).

Baca Juga

Dr Rowan mencontohkan, jika seseorang gagal dalam tes penciuman, maka pasien ini mungkin perlu memperbaiki nutrisinya atau menjalani pemeriksaan neurologis atau medis yang lebih rinci. Studi ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan penurunan kemampuan mencium adalah indikator awal penurunan kognitif terkait otak. Untuk proyek penelitian ini, para peneliti mengumpulkan data dari 1.160 orang dewasa yang lebih tua.

Partisipan diuji kemampuannya untuk mendeteksi dan merekam lima bau berbeda selama penelitian. Mereka juga diberi enam aroma untuk mengukur seberapa baik mendeteksi adanya bau. Ukuran penciuman ini disebut sensitivitas penciuman dan identifikasi penciuman.

Kesehatan peserta juga dicatat dalam hal kelemahan. Ini sindrom penurunan fisik yang berkaitan dengan usia.

“Kami menemukan bahwa gangguan identifikasi penciuman dan fungsi sensitivitas berhubungan dengan kelemahan,” kata dr Rowan.

Dr Rowan mendapatkan temuan "menarik". "Bukan hanya otak Anda yang menua yang bekerja di sini. Hidung Anda dapat memprediksi kelemahan yang akan datang," kata dia.

Menurut Age UK, kelemahan umumnya ditandai dengan masalah seperti berkurangnya kekuatan otot dan kelelahan. “Sekitar 10 persen orang berusia di atas 65 tahun hidup dengan kelemahan. Angka ini meningkat menjadi antara 25 persen dan 50 persen untuk mereka yang berusia di atas 85 tahun,” ujar Age UK.

Dalam praktiknya, menjadi lemah berarti masalah kesehatan yang relatif kecil, seperti infeksi saluran kemih, dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Orang dewasa tua yang lemah lebih berisiko kekurangan gizi, dehidrasi, jatuh, dan masalah kandung kemih.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement